Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nyepi 2026

RIBUAN Umat Hindu Gelar Melasti di Pantai Padanggalak dan Juga di Gilimanuk

Tercatat 27 desa adat yang menggelar melasti di pantai ini hingga kemarin. Tak hanya dari Denpasar, beberapa juga berasal dari Kabupaten Badung. 

Tayang:
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
MELASTI – Ribuan umat Hindu melaksanakan melasti menjelang Hari Suci Nyepi, di Pantai Padanggalak, Kota Denpasar, Senin (16/3). 

TRIBUN-BALI.COM - Ribuan umat Hindu dari beberapa desa adat di wilayah Kota Denpasar menggelar prosesi melasti di Pantai Padanggalak, Kesiman, Kota Denpasar, Senin (16/3) pagi. 

Prosesi melasti ini merupakan rangkaian hari Suci Nyepi pada 19 Maret mendatang. Umat membawa dan mengusung pralingga, palawatan seperti barong dan rangda, umbul-umbul hingga kober.

Tercatat 27 desa adat yang menggelar melasti di pantai ini hingga kemarin. Tak hanya dari Denpasar, beberapa juga berasal dari Kabupaten Badung. 

Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna mengatakan, pelaksanaan melasti di Pantai Padang Galak digelar tiga hari. Hari pertama pada Minggu, 15 Maret, sebanyak 8 desa adat melakukan prosesi melasti di sana. Kemudian pada, Senin, 16 Maret sebanyak 19 desa adat yang melasti. Untuk Selasa, 17 Maret 2026 masih belum ada desa adat yang terdata. 

Baca juga: TEWAS Usai Tabrak Tiang Telepon, Sudartaya Terlibat Kecelakaan Tunggal di Busungbiu Buleleng 

Baca juga: KOSTER Sebut PWA Belum Optimal, Gubernur Tanggapi Tujuh Pejabat Pemprov Dipanggil Kejagung


MELASTI – Iring-iringan Melasti Desa Adat Gilimanuk di tengah padatnya antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Senin (16/3).
MELASTI – Iring-iringan Melasti Desa Adat Gilimanuk di tengah padatnya antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Senin (16/3). (TRIBUN BALI/MADE PRASETYA ARYAWAN)

Menurutnya beberapa desa adat dari Badung juga melasti ke Pantai Padang Galak tahun ini. Kedatangan desa adat untuk melasti pun sudah terjadwal.  “Ada peningkatan seperti Desa Adat Bongkasa, Abiansemal itu yang mungkin tahun-tahun sebelumnya menyasar pantai di wilayah Badung seperti Canggu, Kuta, sekarang ke sini,” katanya. 

Salah satu desa adat yang melasti ke Pantai Padanggalak adalah Desa Adat Penatih Puri yang melibatkan sekitar 600 krama. Krama atau umat telah bergerak menuju Pantai Padanggalak sekitar pukul 04.00 Wita dan prosesi berlangsung hingga pukul 08.00 Wita.

Bendesa Adat Penatih Puri, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya mengungkapkan desa adat ini mencakup tiga banjar yakni Banjar Saba, Banjar Laplap, dan Banjar Pelagan. Menurutnya, sudah lazimnya sebelum Nyepi digelar prosesi melasti untuk mensucikan simbol-simbol sesuhunan ke pantai.

“Kalau dulu kami berjalan kaki. Sekarang semua menggunakan kendaraan sehingga di jalan kami memastikan keselamatan serta tidak membuat kemacetan,” paparnya.

Usai melasti, prosesi akan dilanjutkan ke Beji atau sumber mata air yang dada di desat adat. Dilanjutkan dengan prosesi penganyar. Sehari sebelum Nyepi, sebelum menggelar Tawur, dilakukan prosesi meprani.

“Meprani itu istilahnya kita mengucap syukur atas karunia Dewata. Dari niskala kita merasa bersyukur, kita terima kasih. Dari sekala kita bisa berkumpul sesama warga ikut merasakan rezeki dari masing-masing yang kita punya. Kita berbagi. Artinya saling tukarlah apa yang kita punya,” paparnya.

Usai meprani, sekitar pukul 10.00 Wita digelar Tawur dengan puncaknya pukul 12.00 Wita. Malamnya dilanjutkan prosesi Pangerupukan dan esoknya melaksanakan Catur Brata Penyepian. Selain keamanan saat berangkat dan pulang usai melasti, sampah di tempat melasti juga menjadi perhatian. “Seluas area yang digunakan melasti, untuk sampahnya jadi tanggungjawab masing-masing desa adat untuk membersihkan,” jelasnya.

Hal ini juga telah menjadi kesepakatan Paruman Bendesa se-Kota Denpasar, di mana semua sampah sehabis melasti harus dibersihkan dan tidak meninggalkan sampah. Hal yang sama juga diungkapkan Bendesa Adat Tambewu, I Nyoman Sudana. Pihaknya mengaku menyiapkan kantong sampah untuk tempat sampah sisa upakara melasti.

“Karena itu sudah jadi keputusan Paruman Bendesa, setelah melasti, sampah-sampahnya harus dibersihkan,” paparnya. Sampah yang telah dibersihkan dan dimasukkan dalam kantong, menurutnya nantinya akan diambil petugas DLHK Denpasar. Terkait prosesi melasti diikuti kurang lebih 800 krama.

Usai prosesi melasti, semua pralingga akan dibawa ke Pura Bale Agung. Hari ini, dilanjutkan dengan meprani sekitar pukul 08.00 Wita. Dan sehari sebelum Nyepi digelar prosesi Tawur, dilanjutkan dengan pacaruan di Pura Dalem serta ngerupuk.

Di sisi lain, Desa Adat Kesiman yang mewilayahi Pantai Padanggalak menyiapkan kantong parkir hingga juru sapu. Dari sisi pengamanan, pihaknya menerjunkan pecalang Desa Adat Kesiman, dibantu kepolisian, TNI termasuk dari pecalang desa yang datang untuk melasti.  

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved