Ramadan di Bali
Ribuan Napi di Bali Diusulkan Remisi Nyepi dan Idul Fitri, Jadi Kado Hari Raya di Balik Jeruji
Tak hanya Nyepi, Decky juga memberikan bocoran terkait usulan remisi untuk hari raya Idul Fitri yang jatuh berdekatan.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Meski berada di balik jeruji besi, para warga binaan tetap diberikan ruang untuk mengekspresikan budaya mereka melalui pembuatan dan pengarakan Ogoh-ogoh pada hari Pengerupukan.
"Pada hari Pengerupukan nanti, kami akan mengadakan arak-arakan Ogoh-ogoh di dalam. Kami menghargai semua agama yang diakui di Indonesia. Di Lapas ini, semua merayakan agamanya masing-masing tanpa ada pembedaan," ungkapnya.
Menariknya, Noya juga menyoroti potensi bertemunya dua hari raya tersebut dalam waktu yang berdekatan.
Ia menegaskan, bahwa pihak Lapas telah menyiapkan skema untuk menjaga kekhusyukan umat Hindu sekaligus menghormati umat Muslim jika waktu perayaan Idul Fitri beririsan dengan suasana Nyepi.
"Jika Idul Fitri jatuh tepat saat malam Nyepi, maka tidak akan ada genta takbiran di dalam sebagai bentuk penghormatan terhadap Catur Brata Penyepian," kata dia
"Namun, jika jatuhnya di luar hari Nyepi, pastinya kami adakan takbiran di dalam sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Intinya, kami menyesuaikan arahan pusat dan mengedepankan toleransi," pungkas Noya. (*)
Kumpulan Artikel Badung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ribuan-Napi-di-Bali-Diusulkan-Remisi-Nyepi-dan-Idul-Fitri-Jadi-Kado-Hari-Raya-di-Balik-Jeruji.jpg)