Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Pantauan Udara Arus Mudik Lebaran 2026 Via Udara, Antrean di Gilimanuk Capai 20 Kilometer 

Pantauan Udara Arus Mudik Lebaran 2026 Via Udara, Antrean di Gilimanuk Capai 20 Kilometer 

Tayang:
Tribun Bali/(Istimewa/Humas SAR Denpasar)
PANTAU - Kepala Kantor SAR Denpasar ikut dalam pemantauan udara terhadap aktivitas arus mudik Lebaran 2026, khususnya di jalur penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA — Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bekerja sama dengan SGi Air Bali melaksanakan pemantauan udara terhadap aktivitas arus mudik Lebaran 2026, khususnya di jalur penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Kegiatan pemantauan dilakukan menggunakan helikopter SGi Air Bali yang mengudara dari port Benoa pada Selasa 17 Maret 2026 sekira pukul 10.00 WITA. 

Tim tiba di wilayah Gilimanuk sekitar pukul 10.41 WITA untuk melakukan observasi langsung terhadap kondisi lalu lintas dan kepadatan kendaraan pemudik.

Baca juga: Modal KTP, 900 Warga Dilepas Polda Bali Mudik Gratis ke Berbagai Kota di Jawa, Gunakan 25 Bus

Dalam penerbangan tersebut turut hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Kapolda Bali Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, Pangdam IX/Udayana Mayjend TNI Piek Budyakto, Inspektur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Brigjen TNI I Nyoman Parwata, serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya.

Berdasarkan hasil pemantauan udara, terpantau antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mengalami kepadatan signifikan dengan panjang antrean mencapai kurang lebih 20 kilometer. 

Baca juga: Atensi Sampah Malam Pangerupukan, Pemkot Denpasar Terjunkan 1.063 Petugas Kebersihan 

,Kondisi ini menunjukkan tingginya volume kendaraan pemudik yang akan menyeberang menuju Pulau Jawa.


Pemerintah daerah setempat diketahui telah mengantisipasi lonjakan tersebut dengan menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk menampung kendaraan, guna mengurangi penumpukan di jalur utama menuju pelabuhan. 


Tercatat data hingga hari Senin.16 Maret 2026 kemarin total kendaraan yang meninggalkan Pelabuhan Ketapang berjumlah 3.502 unit, sementara 22.930 unit yang keluar dari Pelabuhan Gilimanuk.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Nyoman Sidakarya, menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan udara ini merupakan bagian dari upaya sinergi lintas instansi dalam memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran. 


“Pemantauan udara ini sangat penting untuk memberikan gambaran menyeluruh terkait kondisi di lapangan, sehingga langkah-langkah antisipatif dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.


Sementara itu, pihak SGi Air Bali menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanganan kedaruratan, termasuk dalam momentum arus mudik Lebaran.


“SGi Air Bali pada prinsipnya selalu siap mendukung berbagai kegiatan di bidang kedaruratan. Kami berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 yang aman dan lancar,” terang Krisna Dewi selaku Commercial Manager SGi Air Bali.


Selain mendukung kegiatan pemantauan udara, SGi Air Bali juga memiliki pengalaman dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk evakuasi medis (medevac) di berbagai wilayah operasional di Bali dan sekitarnya. 


Dengan dukungan armada helikopter yang mampu beroperasi di berbagai kondisi medan, SGi Air Bali siap memberikan dukungan cepat dalam situasi darurat, sejalan dengan upaya peningkatan keselamatan dan respons kebencanaan nasional.


Melalui pemantauan ini, diharapkan koordinasi antar instansi dapat semakin optimal dalam mengurai kepadatan serta memastikan keselamatan para pemudik selama perjalanan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved