Berita Bali
Megawati Ingatkan Pelaku UMKM di Bali, Waspadai Asing, Minta Produk Segera Didaftarkan HAKI
Megawati Ingatkan Pelaku UMKM di Bali, Waspadai Asing, Minta Produk Segera Didaftarkan HAKI
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Megawati Soekarno Putri melakukan pertemuan dengan sejumlah pelaku UMKM di Klungkung, Rabu (1/4/2026).
Dihadapan ratusan pelaku UMKM dari seluruh Bali, tokoh politik yang merupakan presiden ke-5 RI tersebut mewanti-wanti agar pemilik produk untuk mendaftarkan produknya HAKI, termasuk mewaspadai pihak asing yang tidak menutup kemungkinan mengklaim produk-produk asli Indonesia.
Baca juga: Pembatasan Pembelian BBM Hingga Dilakukan WFH, Begini Tanggapan Bupati Badung Adi Arnawa
Pertemuan Megawati dengan pelaku UMKM digelar salah satu hotel di Dusun Lepang, Desa Takmung. Ia tiba sekitar Pukul 11.00 Wita, dan diterima langsung Gubernur Bali Wayan Koster, serta Bupati dan Wakil Bupati beberapa daerah di Bali.
Dalam arahannya, Megawati mengingatkan para pelaku UMKM untuk mendaftarkan produknya HAKI. Sehingga tidak saja memberikan perlindungan hukum terhadap produk, juga memberikan nilai ekonomi kepada pemilik produk.
Baca juga: Kunci Jawaban Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum Merdeka Halaman 228, Aktivitas 7.4
Terlebih HAKI tersebut bisa diwariskan, sehingga memberikan keuntungan berupa royalti bagi pemiliknya.
Megawati juga mewanti-wanti untuk mewaspadai orang asing, yang tertarik dengan berbagai produk asli Indonesia. Jangan sampai produk asli Indonesia, justru diklaim dan didaftarkan HAKI oleh asing.
Ia mencontohkan kain endek, yang sempat digunakan oleh desainer produk fashion dunia asal Perancis.
"Saat mendapat pengaduan kain endek akan di pakai (oleh perusahaan feshion dunia asal Perancis), saya tanya dulu apakah sudah dipatenkan (HAKI), ternyata belum. Saya minta agar segera dipatenkan," tegas Megawati.
Ia tidak mau produk-produk asli Indonesia justru diklaim oleh orang asing. Apalagi
HAKI diakui dan dilindungi secara internasional, melalui Hukum internasional.
"Sehingga saya prediksi orang ini cepet-cepetan daftar HAKI. Kita harus pintar, sosialisasikan dengan gencar HAKI ini. Kalau ada orang asing (daftarkan HAKI produk asli Indonesia), jangan dikasi," ungkapnya.
Setelah bertemu dengan pelaku UMKM, megawati berksempatan menyerahkan ratusan sertifikat HAKI kepada masyarakat, kelompok masyrakat, maupun lembaga di Bali. (mit)
| Perluas Perlindungan Rohaniawan dan Umat, BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama dengan PHDI |
|
|---|
| Buronan Pelaku Pembunuhan di AS Diamankan Imigrasi Setelah Melewati Autogate Bandara Ngurah Rai |
|
|---|
| Respons Penutupan Sementara Pelabuhan Marina oleh Pansus TRAP, BTID: Ganggu Iklim Investasi di Bali |
|
|---|
| 2 WNA Rusia Terjebak di Tebing Curam Pantai Cemongkak, Tim SAR Evakuasi Korban dengan Helikopter! |
|
|---|
| KASUS Bos Arisan Twins SJ yang Dicegat Korbannya di Bandara, Polda Bali Dalami Dua Laporan Sekaligus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Megawati-Soekarno-Putri-melakukan-pertemuan-dengan-sejumlah-pelaku-UMKM-di-Klungkung.jpg)