Sampah di Bali
Warga Denpasar Bali Bingung Kelola Sampah, Bakar Sampah Masih Jadi Pilihan
Pengusaha F&B Terdampak TPA Suwung Bali Tak Terima Sampah Organik, Bakar Sampah Masih Jadi Pilihan
Sedangkan saat high season bisa menghasilkan hingga 500 butir sampah kelapa.
Pengelolaan sampah kelapa muda ini diakui Adi lumayan berat.
Sebab kata dia menambah pekerjaan seperti mencacah hingga menjemur kelapa.
“Tempat pengeringan juga, harus kita bawa ke tempat lain. Perlu transportasi segala macam ruwet. Sisanya, setelah dicacah, dijemur, kita pakai lagi terpaksa di sini cuma prosesnya lama. Kalau prosesnya seminggu tidak masalah. Jadi belum kelar lima hari kemarin, sudah masuk (sampah kelapa) lagi. Dan itu memerlukan tempat yang banyak, luas,” keluhnya.
Selain itu, sampah organik yang dihasilkan lainnya adalah sampah yang bersifat basah seperti sisa makanan yang biasanya diangkut vendor untuk dibawa ke Mengwi.
Jika dulu pengambilan sampah dilakukan setiap malam, kini pengambilan sampah dilakukan 2-3 hari yang mengakibatkan menimbulkan bau tidak sedap.
Di sisi lain, menu kelapa muda tak dapat discontinue sebab mendulang profit yang lumayan besar untuk restorannya.
Adi mengambil kelapa muda dari supplier di Jalan Siligita, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
“Semoga pemerintah cepat mendapatkan solusi sampah utamanya. Dan kita juga agar bisa tidak worry. Satu sampah ini sekarang sudah banyak sorotan di media sosial. Utamanya turis-turis sudah membagikan pengalaman mereka tata kelola sampah yang buruk. Apalagi itu Kuta Trendsetter, kita etalase, Bali. Nah di situ sangat disayangkan,” ujarnya.
Selain masalah sampah, konflik Israel-Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah juga berdampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Diakuinya, restornya sepi sejak pada pekan pertama bulan Maret 2026.
“Bulan puasa, low season dan perang lengkap sudah penderitaan kita. Padahal, cuaca Maret sudah bagus, sudah nggak hujan,” jelasnya.
Di bulan Maret kemarin, hanya market China yang mengunjungi restorannya. Padahal biasanya masih terdapat market Eropa dan domestik.
Di bulan April ini seharusnya market Eropa mulai masuk dan biasanya puncak kunjungan di bulan Mei.
“Turun 60 persen dari awal Maret sampai Nyepi. Setelah Nyepi, baru ada peningkatan sedikit. Mungkin karena liburan Idulfitri. Sempat naik itu, kalau tidak salah sekitar lima hari ada peningkatan. Mulai tanggal 1 April ini, sudah mulai naik lagi,” imbuhnya.
Selain itu, Adi juga menduga sepinya kunjungan wisatawan disebabkan karena tiket pesawat menuju Bali masih mahal karena dampak konflik Israel-AS dan Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Warga-tampak-membakar-sampah-di-kawasan-jalan-Hayam-Wuruk-menuju-Hang-Tuah.jpg)