Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

Warga Membeludak Datangi TPS3R Sesetan Bali, TPA Bengkala Buleleng Hanya Terima Sampah Residu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai menerapkan kebijakan tegas dalam penanganan sampah. 

Tribun Bali/Putu Supartika
TPS3R Sesetan Bali. Warga Membeludak Datangi TPS3R Sesetan Bali, TPA Bengkala Buleleng Hanya Terima Sampah Residu 

Saat ini, layanan diberikan secara gratis tanpa pungutan retribusi apa pun. 

Masyarakat dapat membuang sampah mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WITA, sementara operasional penuh fasilitas berlangsung hingga pukul 18.00 WITA. 

Khusus pada hari Rabu, penerimaan sampah di TPS3R ini ditutup mengikuti jadwal operasional TPA Suwung karena fasilitas ini dikelola langsung oleh pihak UPTD.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai menerapkan kebijakan tegas dalam penanganan sampah. 

Terhitung mulai 1 Mei 2026, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala hanya akan menerima sampah residu, sementara sampah organik tidak lagi diperbolehkan masuk.

Kebijakan ini menindaklanjuti kondisi TPA Bengkala yang dinilai sudah tidak memadai. 

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan perubahan sistem pengelolaan sampah menjadi keharusan. Terlebih penanganan sampah menjadi isu nasional. 

“Penanganan sampah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Bahkan Presiden menargetkan penanganan sampah selesai dalam tiga tahun ke depan,” ucapnya, Minggu 12 April 2026.

Sutjidra mengatakan sistem Open Dumping TPA Bengkala ditargetkan berhenti akhir Juli 2026. 

Menurutnya, penerapan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) harus dimaksimalkan. 

Mengawali transformasi, dilakukan sosialisasi secara luring dan daring kepada Forkopimda, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Camat, Lurah, dan Kepala Desa belum lama ini. 

Pimpinan perangkat daerah diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk menerapkan PSBS baik di rumah maupun di lingkungan kantor.

“Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam menyelesaikan persoalan ini. Kami meminta seluruh pimpinan wilayah untuk membina masyarakat di masing-masing wilayah agar pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Nantinya pengangkutan sampah juga akan disesuaikan berdasarkan jenisnya sehingga sampah yang diambil sudah dalam kondisi terpilah. 

Sosialisasi akan dilakukan secara berkelanjutan untuk menyadarkan masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sebelum di buang.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved