Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

Warga Membeludak Datangi TPS3R Sesetan Bali, TPA Bengkala Buleleng Hanya Terima Sampah Residu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai menerapkan kebijakan tegas dalam penanganan sampah. 

Tayang:
Tribun Bali/Putu Supartika
TPS3R Sesetan Bali. Warga Membeludak Datangi TPS3R Sesetan Bali, TPA Bengkala Buleleng Hanya Terima Sampah Residu 

“Harapannya ke depan sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan dapat dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana mengatakan, timbulan sampah yang dibuang ke TPA Bengkala meningkat rata-rata 450 meter kubik per hari. Hal ini tentu membuat TPA Bengkala over kapasitas. 

“Terlebih sistem pembuangan sampah masih pembuangan terbuka (open dumping),” ucapnya.

Dalam menjalankan transformasi pengelolaan sampah, Pemkab Buleleng mewajibkan masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. 

Selain itu mendorong masyarakat mengolah sampah organik, menguatkan TPS3R dan Bank Sampah, serta membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

Pembuangan sampah juga akan dijadwalkan menurut jenisnya, seperti sampah organik akan di angkut pada tanggal ganjil dan sampah non organik diangkut pada tanggal genap. 

“Tak hanya itu, sanksi juga disiapkan bagi masyarakat yang tidak mematuhi aturan. Sampah yang tidak dipilah tidak akan diangkut dan berpotensi dikenakan sanksi administratif hingga penindakan,” tegasnya.

Kata Aryana langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait percepatan penataan TPA menuju sistem controlled landfill atau sanitary landfill. 

Dengan perubahan sistem tersebut, diharapkan pengelolaan sampah di Buleleng dapat lebih tertata dan berkelanjutan.

Bakar Sampah

Di tempat berpisah, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyayangkan masih adanya masyarakat yang melakukan pembakaran sampah di wilayahnya. 

Ia menegaskan bahwa praktik tersebut harus dihentikan karena berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan.

Hal ini disampaikan di tengah upaya pemerintah dalam menekan volume sampah yang dibuang ke TPA Suwung. 

Menurutnya, Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup  sempat turun ke TPA Suwung dan menyebutkan bahwa saat ini telah terjadi penurunan signifikan, bahkan mencapai 50 persen dibandingkan sebelumnya. 

“Dulu, sekitar 500 truk sampah campur dibuang setiap hari ke TPA tersebut. Namun kini sudah mulai menurun hampir 50 persen,” ujar Adi Arnawa saat ditemui beberapa hari lalu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved