Sampah di Bali
SAMPAH Organik di Denpasar Membeludak, TPST & TPS3R Mulai Overload, Hasil Cacahan Juga Menumpuk!
Sampah organik yang diterima setiap hari mencapai 5 hingga 8 ton. Padahal kapasitas mesin cacah yang ada sangat terbatas.
TRIBUN-BALI.COM - Tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Denpasar mulai mengalami overload pasca TPA Suwung Denpasar tak terima sampah organik per 1 April 2026.
Adalah TPST Padangsambian, TPST Kertalangu dan TPST Tahura. Tak hanya TPST, beberapa Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Recycle, Reuse (TPS3R) di Denpasar juga mengalami overload.
Hal tersebut diungkapkan, Ketua Forum Swakelola Sampah Bali, I Wayan Suarta ketika dikonfirmasi, Senin (13/4). Suarta membeberkan untuk membuang sampah saja warga harus antre seperti mengantre sembako.
“Sudah antre-antre sampai ditolak-tolak sampah masyarakat juga ditolak seperti di Sesetan ada juga sampah masyarakat Sesetan bisa dibuang ke TPS3R dan antre seperti antre orang mencari sembako,” ungkap Suarta.
Sementara hasil cacahan sampah organik belum dapat keluar dari gudang sebab bingung membuang hasil cacahan sampah organik. Belum ada kejelasan hingga kini terkait rekomendasi pembuangan cacahan organik ke Klungkung atau pada tempat bekas galian C yang mangkrak masih bermasalah.
Baca juga: KRISIS Sampah di Bali, Koster Satukan Kekuatan, PSEL Denpasar Raya Harapan Baru Pulau Dewata!
Baca juga: WALAU Konflik Timur Tengah Masih Panas, 109 Calon Haji Berangkat ke Tanah Suci
“Tadi pagi juga sudah banyak teman-teman kita ditolak di sana. Dengan demikian jasa pengangkut sampah ini, ya kalau punya gudang kalaupun disimpan tidak bisa lama-lama gudangnya sempit apalagi jasa pengangkut sampah tidak punya gudang jadi mereka banyak yang berhenti. Jadi sampah di masyarakat tidak terlayani,” imbuhnya.
Suarta memprediksi, ke depannya tidak lama lagi sampah akan menjadi masalah besar di masyarakat, terlebih saat ini banyak ditemukan sampah masyarakat tertumpuk dan membakar sampah. Kendati sampah non-organik dan residu masih dapat dibuang ke TPA Suwung, namun tetap melalui proses yang sangat ketat.
Contohnya, saat petugas melakukan pemeriksaan di depan TPA Suwung lalu menemukan sampah organik hanya sejumlah 5 persen, truk pengangkut sampah ditolak dan diminta kembali sehingga tak dapat membuang sampah ke TPA Suwung.
Merasa lelah dan percuma karena telah memilah sampah lalu tetap tak dapat membuang sampah, kebanyakan jasa pengelolaan sampah putus asa dan berhenti menjadi jasa pengangkut sampah.
“Bayangkan saja TPST Kertalangu 25-30 ton, di TPST Tahura 15 ton, TPST Padangsambian 15 ton berarti baru 60 ton per hari, sedangkan dikalikan 800 ton kalau dikalikan 65 persennya itu hampir 600 sekian, lalu dikurangi 60 ton tambah teba modern, berapa teba modern itu menyerap sampah,” jelasnya.
Tak hanya TPST, beberapa TPS3R juga mengalami overload. Satu di antaranya TPS3R Sekar Tanjung Sanur Kauh. Kepala TPS3R Sekar Tanjung, Sila Darma menjelaskan ia kesulitan mengelola sampah organik di tengah keterbatasan kapasitas mesin dan sumber daya manusia (SDM).
Sampah organik yang diterima setiap hari mencapai 5 hingga 8 ton. Padahal kapasitas mesin cacah yang ada sangat terbatas. “Organik yang datang per hari, kan ada jadwalnya. Setiap jadwal itu kurang lebih sampai 8 ton. Nah, ini sudah terjadi penumpukan. Sekitar 5 sampai 8 ton itu organik per setiap jadwalnya,” jelasnya, Senin (13/4).
Lebih lanjut ia mengatakan, meski progres pengelolaan secara umum berjalan normal, beban kerja meningkat karena mereka juga menampung sampah dari swakelola swasta.
“Kami masih berjalan normal. Bahkan di sini banyak swakelola swasta, sebagian pelanggan mereka kami tampung. Akibatnya kami over capacity di organik. Kalau yang lain bisa kami atasi, tapi organik ini yang jadi masalah karena sekarang tidak boleh dibuang ke TPA,” sambungnya.
Di sisi lain, wacana pengiriman hasil cacahan atau material komposter ke Klungkung hingga kini belum menemui kejelasan. Hal ini membuat pihak TPS3R kesulitan mencari lahan penampung hasil cacahan yang terus menumpuk. Sebagai solusi darurat, pihak pengelola menawarkan hasil cacahan tersebut kepada warga sebagai material uruk lahan.
| KRISIS Sampah di Bali, Koster Satukan Kekuatan, PSEL Denpasar Raya Harapan Baru Pulau Dewata! |
|
|---|
| Viral Warga Banjar Lingga Bumi, Dalung Taruh Sampah di Seputaran Banjar, Ini Penjelasan Kaling |
|
|---|
| Koster Bantah TPST Denpasar Overload, Sebut Pemkot Telah Siapkan Tempat |
|
|---|
| Jasa Pengelola Sampah Bali Gulung Tikar, Beberapa Mulai Jual Moci |
|
|---|
| Forum Swakelola Beberkan Kondisi TPST Overload Pasca Sampah Organik Tak Masuk TPA Suwung Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Para-pekerja-melakukan-proses-pengolahan-sampah-di-TPST-Tahura-I-Denpasar-kemarin.jpg)