Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

SAMPAH Organik di Denpasar Membeludak, TPST & TPS3R Mulai Overload, Hasil Cacahan Juga Menumpuk!

Sampah organik yang diterima setiap hari mencapai 5 hingga 8 ton. Padahal kapasitas mesin cacah yang ada sangat terbatas.

Tayang:
Tribun Bali/Putu Supartika
PENGOLAHAN – Para pekerja melakukan proses pengolahan sampah di TPST Tahura I Denpasar, kemarin. 

“Kami cari solusi dengan memberikan cacahan organik ini ke warga yang punya lahan kosong untuk uruk. Tapi tidak semua bisa dikeluarkan karena tidak banyak tempat yang mau menerima. Akhirnya tetap ada sisa yang menumpuk karena tidak semua bisa diproses jadi kompos,” bebernya.

Kapasitas mesin yang ada saat ini hanya mampu mengolah kurang lebih 3 sampai 4 ton per 8 jam. Sayangnya, mesin tersebut tidak bisa dipaksakan bekerja terus-menerus karena berisiko mengalami kerusakan atau overheat. 

“Waktunya terbatas, tidak mungkin kita kerjakan semua. Mesin punya batasan waktu, kalau dipaksakan full time bisa rusak. Saat ini kami sedang menunggu operasional perluasan lahan dan mesin baru berkapasitas 100 ton,” jelasnya.

Ke depannya, cakupan layanan TPS3R Sekar Tanjung direncanakan meluas hingga mem-back up seluruh Kelurahan Sanur.

Disinggung mengenai SDM, saat ini hanya ada 14 orang pekerja yang bertugas. Jumlah tersebut sudah termasuk petugas pengangkut sampah. Untuk bagian composting sendiri hanya ditangani oleh empat orang dengan durasi kerja 8 jam yang dipotong waktu istirahat agar kondisi fisik dan mesin tetap terjaga.

"Istirahat pegawai 1 jam, istirahat mesin setiap 15 menit, lalu kerja lagi. Kalau tidak begitu, mesin dan tenaga manusia tidak akan kuat karena suhu di area cacahan itu sangat panas," tambahnya.

Harapan kini bertumpu pada proyek perluasan TPS3R dan pengadaan mesin baru berkapasitas 100 ton. Namun, fasilitas tersebut membutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan lagi untuk bisa beroperasi penuh karena masih dalam tahap pengaturan. "Tempat dan area sudah siap, tinggal mesinnya saja di-setting. Listriknya juga sudah ada," ungkap Sila.

Di tempat terpisah Gubernur Bali, Wayan Koster membantah ketiga TPST Denpasar yakni TPST Kertalangu, Tahura dan Padangsambian overload. Hal tersebut ia ungkapkan usai, Kunjungan Kerja Panitia Khusus (Pansus) DPR RI Rancangan UUD Tentang Hukum Perdata Internasional di Gedung Wiswa Sabha, Senin 13 April 2026. 

“Ndak (TPST overload) sudah ada tempatnya, sudah disiapkan tempat, sudah dilakukan oleh Kota Denpasar,” jelas Koster. 

Sementara itu, Komisi III DPRD Kota Denpasar meninjau TPST Tahura I, Senin (13/4). DPRD pun mendorong optimalisasi kapasitas pengolahan sampah di TPST Tahura I hingga mencapai 300 ton per hari.

Langkah ini dinilai sebagai solusi konkret untuk mempercepat penanganan volume sampah di Denpasar yang kian mendesak.

Saat ini, TPST Tahura I mengoperasikan dua unit mesin dengan kapasitas total 200 ton per hari. Namun, dewan melihat masih ada ruang untuk peningkatan kapasitas guna memaksimalkan hasil pengolahan.

“Kami mendorong adanya penambahan unit atau optimalisasi di TPST Tahura I agar bisa menyentuh angka 300 ton per hari. Jika Tahura I mampu 300 ton dan Tahura II nantinya dikembangkan menjadi 200 ton, maka total 500 ton sampah bisa tuntas di dua lokasi ini saja,” ujar Ketua Komisi III DPRD Denpasar, I Wayan Suadi Putra. 

Dewan memberikan catatan kritis terkait skema operasional. Saat ini, Pemkot menggunakan sistem pembelian mesin di mana operasionalnya ditangani langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Pola ini dikhawatirkan akan menghambat penanganan jika terjadi kerusakan alat, mengingat pengadaan suku cadang melalui mekanisme anggaran pemerintah cenderung memakan waktu. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved