Tiket Pesawat Mahal
Tiket Pesawat Bali-Jakarta Kelas Bisnis Capai Rp14 Juta Lebih
Politisi sekaligus Advokat Senior dari Singaraja Bali, Gede Pasek Suardika (GPS) pun meluapkan kekesalannya terkait tingginya kenaikan harga tiket
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Kelas Lion, Citilink, Air Asia, NAM Air, Super Air Jet kini seharga promonya Garuda.
Sementara tiket ekonomi Garuda lebih tinggi dari Bisnisnya Batik Air.
Selain itu GPS juga menuliskan jika nasib pariwisata Bali khususnya wisatawan domestik akan jadi taruhannya karena orang enggan untuk berangkat berlibur dengan biaya setinggi itu.
"Padahal Presiden Prabowo pun telah meminta agar tiket pesawat diturunkan. Selama libur Natal Tahun Baru, Libur Lebaran, pesawat naik haji dan lainnya. Sebab Presiden paham pergerakan masyarakat yang massif akan ikut menggerakkan sektor ekonomi di semua level," tulisnya dengan melampirkan tangkapan layar harga tiket pesawat rute Bali-Jakarta tanggal 20 Mei 2026 yang mencapai Rp 2 jutaan untuk kelas ekonomi.
"Yang terjadi malah sebaliknya. Sekarang tiket pesawat sudah tidak terkendali." tulis GPS di akhir tulisan unggahannya.
Unggahan tersebut pun mendapat respon dari pengguna Facebook yang sependapat dengan pernyataan GPS bahkan ada juga yang membandingkan harga tiket pesawat PP Bali-Jakarta lebih murah dengan tiket pesawat ke Luar Negeri.
Jurnalis Tribun Bali pun melakukan pengecekan di salah satu Online Travel Agency (OTA) terkemuka untuk penerbangan domestik rute Bali-Jakarta tanggal 20 Mei 2026 termurah berada di kisaran Rp 1,6 juta kelas ekonomi dengan keberangkatan malam hari dilayani oleh Lion Air.
Sementara kelas bisnis untuk Batik Air dan Garuda Indonesia sekali jalan rute dan tanggal yang sama terpantau mulai dari Rp4 jutaan hingga Rp14 juta lebih.
Sementara itu, Indonesia National Air Carriers Association atau Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (INACA) mengapresiasi dan berterimakasih terhadap Pemerintah, Kementerian Perhubungan RI atas terbitnya KM 1041 Tahun 2026 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) Yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri.
"Dengan aturan yang baru yang lebih fleksibel tersebut, diharapkan dapat memudahkan maskapai dalam menetapkan fuel surcharge dan harga tiket. Hal tersebut juga akan membuat masyarakat mendapatkan harga tiket yang lebih fleksibel sehingga industri penerbangan dapat lebih berkembang dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional," ujar Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, Selasa 19 Mei 2026.
Menurut Denon, Pemerintah Indonesia termasuk salah satu yang tercepat seperti Pemerintah Vietnam, Thailand dan Filipina dalam merespon dampak geopolitik global sehingga tidak berpengaruh besar terhadap perekonomian nasional. (*)
Berita lainnya di Tiket Pesawat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-harga-tiket-pesawat-rute-Bali-Jakarta.jpg)