Berita Bali
Nilai Dolar Naik Bukan Sekadar Untung Selisih Kurs, Eksportir Kerajinan Bali Hadapi Dilema Produksi
Hani merinci bahwa komponen biaya produksi, khususnya bahan finishing, telah melonjak hingga kisaran 32 persen.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Hani mengaku sangat khawatir dengan daya saing produk lokal jika tidak ada intervensi atau bantuan dari pemerintah.
"Jujur saya sampaikan, kita benar-benar sedang lesu sekali. Kalau pemerintah tidak mau mengambil langkah membantu kita, habislah kita dibandingkan Vietnam, India, atau Cina," tegas Hani.
Sebagai langkah antisipasi, HIMKI Bali mulai mendorong para anggotanya untuk lebih aktif menggarap pasar lokal guna mengimbangi penurunan kinerja ekspor.
Ia memprediksi kinerja ekspor kerajinan Bali akan terus menurun hingga akhir tahun 2026 jika kondisi dolar tetap bertahan di angka tinggi.
"Harapannya kondisi segera membaik dan pemerintah bisa berpihak kepada UKM. Ini tidak semata-mata dilihat sebagai keuntungan karena dolar naik, tapi di balik itu ada biaya produksi yang meningkat luar biasa," pungkasnya.
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Nilai-Dolar-Naik-Bukan-Sekadar-Untung-Selisih-Kurs-Eksportir-Kerajinan-Bali-Hadapi-Dilema-Produksi.jpg)