Berita Bali
Bersama Pemprov, BaliCEB Bersinergi Bangun MICE Internasional Berbasis Kearifan Lokal
Wayan Koster meminta agar seluruh kegiatan MICE yang diselenggarakan di Bali memiliki identitas budaya Bali yang kuat.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Gubernur Koster juga meminta BaliCEB turut membangun dan menciptakan PCO/EO Bali yang profesional, berkualitas, dan berdaya saing internasional.
Dalam audiensi tersebut, konsep green MICE menjadi salah satu fokus utama pembahasan.
Ia menyebutkan bahwa kebijakan Pemerintah Provinsi Bali terkait energi hijau, pembatasan plastik sekali pakai, dan pertanian organik mulai mendapat perhatian dunia internasional.
Karena itu, standar penyelenggaraan event di Bali diarahkan untuk mengedepankan prinsip sustainability, penggunaan produk lokal, pengurangan sampah plastik, efisiensi energi, dan penerapan green event management.
“Bali harus menjadi contoh destinasi MICE berkelanjutan di dunia,” ujar Gubernur Koster.
Mulai tahun 2028, angkutan pariwisata di Bali juga direncanakan wajib menggunakan kendaraan listrik.
Pemerintah Provinsi Bali akan memperbanyak pembangunan charging station untuk mendukung transformasi tersebut.
Di sektor kuliner, Pemerintah Provinsi Bali mendorong agar hotel dan penyelenggara event lebih banyak mengangkat gastronomi Bali sebagai bagian dari pengalaman peserta MICE.
Kuliner khas Bali seperti ayam betutu, klepon, plecing, serta buah-buahan lokal didorong menjadi sajian utama dalam event dan konferensi internasional.
Penggunaan bahan pangan organik lokal juga menjadi perhatian dalam mendukung konsep green tourism dan green MICE.
Bahkan, Pemerintah Provinsi Bali berencana mendukung kegiatan bertema lomba kuliner Bali berbahan non-beras sebagai bagian dari diversifikasi pangan lokal dan penguatan identitas kuliner Bali.
Selain membahas sektor MICE, Gubernur Bali juga menyoroti pentingnya menjaga reputasi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
Ia meminta data jumlah pelaku usaha dan tenaga kerja pariwisata di Bali disiapkan sebagai dasar penyusunan kebijakan strategis daerah.
Di bidang pendidikan, perguruan tinggi di Bali dinilai memiliki potensi besar menerima mahasiswa asing untuk belajar 3 hingga 6 bulan di Bali, khususnya di bidang pariwisata, budaya, dan hospitality.
“Goal-nya, masyarakat dunia belajar pariwisata di Bali,” kata Gubernur Bali Wayan Koster.
Menutup pertemuan tersebut, Koster mengajak seluruh pelaku industri pariwisata dan MICE di Bali untuk tetap guyub, bersatu, dan melakukan promosi secara kolektif demi memperkuat posisi Bali sebagai destinasi MICE dunia berbasis budaya dan keberlanjutan.(*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bersama-Pemprov-BaliCEB-Bersinergi-Bangun-MICE-Internasional-Berbasis-Kearifan-Lokal.jpg)