Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Raih WTP ke-13, Pemprov Bali Diingatkan Gerindra Soal Krisis Infrastruktur dan Sinyal Pusat

Pemprov Bali baru saja mencatatkan prestasi dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk yang ke-13 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK

Tayang:
Istimewa
BERI SAMBUTAN - Gubernur Bali, Wayan Koster saat membeberkan pencapaian Bali dibawah kepemimpinannya di acara penghargaan Tribun Bali Award 2026.Raih WTP ke-13, Pemprov Bali Diingatkan Gerindra Soal Krisis Infrastruktur dan Sinyal Pusat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali baru saja mencatatkan prestasi dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-13 kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Senin 8 Juni 2026. 

Namun, pencapaian administratif ini diharapkan tidak membuat jajaran pemerintah daerah terlena. 

Kritik tajam datang dari DPRD Bali, khususnya mengenai ketimpangan infrastruktur dan isu lingkungan yang masih terabaikan. 

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali, I Gede Harja Astawa, mengingatkan agar Pemprov Bali segera berbenah dan melihat realita di lapangan. 

Baca juga: Sambut Piala Dunia 2026: Wayan Sukadana Berpesan untuk Talenta Muda Bali Jangan Cuma Lihat Skor

Ia menyoroti bagaimana fasilitas publik di beberapa wilayah masih jauh dari kata memadai.

"Masukan bagi saya itu penting, agar kebutuhan riil masyarakat di bawah terpenuhi, terutama infrastruktur,”

“Kami masih melihat, khususnya di Buleleng, ada jalan rusak dibiarkan ketika masyarakat teriak-teriak baru ditindaklanjuti," jelasnya pada, Selasa 9 Juni 2026. 

Menurut Harja, persoalan infrastruktur bukan sekadar isu permukaan. Minimnya penerangan jalan umum di berbagai sudut pulau Bali juga menjadi potret buram yang terus dikeluhkan warga, terutama saat anggota dewan turun ke lapangan guna menyerap aspirasi.

"Ketika kami reses, bertanya kepada kepala desa maupun kepala dusun, mereka menyampaikan keluhannya bahwa di jalan-jalan penerangan jalan tidak ada," bebernya.

Tidak hanya masalah fasilitas jalan, Harja juga mengkritik keras apa yang ia sebut sebagai sikap masa bodoh dari pihak pemerintah daerah terkait perusakan lingkungan, seperti alih fungsi lahan dan proyek reklamasi yang menabrak aturan tata ruang.

Baca juga: Dinas Perikanan Denpasar Berikan Bantuan 25 Ribu Benih Lele Kepada 5 Kelompok Pembudidaya Ikan

"Kemudian yang lebih penting lagi, ada sikap apatis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terhadap pembabatan hutan dan reklamasi, seperti di Bukit Ser yang dibiarkan saja," jelasnya.

Di sisi lain, Harja menangkap adanya kejanggalan politik dalam hubungan antara Pemerintah Pusat dan Pemprov Bali

Hal ini terlihat saat kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Pulau Dewata baru-baru ini.

Absennya para kepala daerah dalam menyambut maupun mendampingi orang nomor satu di Indonesia tersebut memicu tanda tanya besar. Alih-alih didampingi pejabat pemprov, Presiden Prabowo justru memanggil Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, untuk bertemu secara khusus.

"Nah, kemudian kalau dikaitkan dengan kehadiran Pak Prabowo, saya terus berpikir, kenapa ya tidak ada pejabat yang mendampingi?”

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved