Berita Bali
Program 1 Keluarga 1 Sarjana Pemprov Bali, Tahun 2026 Disiapkan Kuota 2.500 Calon Mahasiswa
Khusus untuk Universitas Terbuka, uang sakunya sebesar Rp 750 ribu per mahasiswa per bulan.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tahun 2026 ini, Pemprov Bali kembali melaksanakan program satu keluarga satu sarjana tahun 2026.
Program yang telah berjalan sejak tahun 2025 lalu ini, kembali membuka kuota untuk 2.500 calon mahasiswa.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, Ketut Wica, yang diwawancarai, Minggu, 14 Juni 2026.
"Tahun ini kami siapkan 2.500 kuota untuk masyarakat Bali, untuk mendapatkan program satu keluarga satu sarjana," paparnya.
Baca juga: STIKOM Usulkan Satu Rumah Satu Sarjana IT, Jadi Universitas Tahun 2026, Ini Harapan Dadang
Selain itu, Wica menyebut, tahun ini ada tambahan dua kampus yang ikut program ini yakni Universitas Muhamadiyah Bali dan Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali.
Dengan penambahan dua kampus tersebut, total ada 30 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Bali yang diajak kerja sama untuk program ini.
Pihaknya menambahkan, sosialisasi program ini makin digencarkan dengan melibatkan kampus dan juga sekolah.
"Kami juga sosialisasi melalui Dinas Pendidikan karena program ini sudah dialihkan ke Dinas Pendidikan. Jadi, Dinas Pendidikan sudah mensosialisasikan juga dengan anak-anak yang lulus tahun ini," paparnya.
Dirinya menyebut, memang pendaftaran untuk di PTN telah dimulai saat ini.
Sehingga nantinya bagi mahasiswa yang memenuhi syarat dan masuk pada UKT 1 dan 2, bisa difasilitasi dengan program satu keluarga satu sarjana ini.
Pemprov Bali juga masih tetap menyiapkan uang saku bagi mahasiswa yang lolos program ini.
Khusus untuk Universitas Terbuka, uang sakunya sebesar Rp 750 ribu per mahasiswa per bulan.
Hal ini merupakan hasil diskusi dengan pihak kampus, dikarenakan proses pembelajaran lebih banyak daring.
Sedangkan untuk kampus yang berada di Denpasar dan Badung, mendapat bantuan biaya hidupnya Rp 1,4 juta per mahasiswa per bulan.
Dan untuk kampus yang ada di Buleleng dan Karangasem, mendapat bantuan biaya hidupnya Rp1,2 juta per mahasiswa per bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pelaksanaan-wisuda-ke-IX-STAHN-Mpu-Kuturan-Singaraja-Jumat-13122024.jpg)