Nilai Tukar Rupiah
Rupiah di Level Terlemah, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 17.300 Per Dolar AS
Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 17.300 per dolar Amerika Serikat (AS) dinilai mulai memberi tekanan signifikan
Dalam kondisi ini, otoritas moneter masih memiliki ruang untuk meredam tekanan. Bank Indonesia (BI) dapat melakukan intervensi terukur di pasar valuta asing dan obligasi, menjaga likuiditas rupiah, serta mempertegas arah kebijakan suku bunga jika diperlukan.
Hal ini dikatakan Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi, Kamis (23/4).
Langkah tersebut dinilai akan lebih efektif jika diiringi dengan disiplin fiskal pemerintah serta komunikasi kebijakan yang konsisten guna menjaga kepercayaan pasar. Lebih lanjut, Syafruddin melihat tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut.
Apalagi, mata uang Garuda saat ini telah mencetak level terlemah dalam periode mingguan, bulanan, hingga tahunan, yang mengindikasikan tren depresiasi masih aktif.
Ia menyebut, arah rupiah ke depan sangat bergantung pada tiga faktor utama, yakni pergerakan dolar AS, perkembangan konflik energi global, serta kredibilitas respons kebijakan domestik.
Selama ketiga faktor itu belum membaik, tekanan masih akan bertahan. Risiko pelemahan lanjutan tetap terbuka jika sentimen memburuk.
“Karena itu, fokus utama bukan menebak angka terburuk, melainkan mencegah agar depresiasi tidak berubah menjadi krisis kepercayaan,” tandasnya. (*)
Berita lainnya di Nilai Tukar Rupiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/MENATA-seorang-karyawan-bank-menata-uang-rupiah-di-bank-yang-ada-di-Jakarta.jpg)