Penganiayaan di Bali
Dituduh Iseng Ketuk Pintu, Buruh di Buleleng Babak Belur Dihajar Pacar Tetangga
Seorang buruh asal Jakarta menjadi korban penganiayaan pada Minggu (12/10/2025) dini hari.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Seorang buruh asal Jakarta menjadi korban penganiayaan pada Minggu (12/10/2025) dini hari.
Buruh bernama Ahmad Mubaidillah ini dipukuli hingga mengalami luka-luka.
Informasinya, penganiayaan ini dilatarbelakangi salah paham.
Baca juga: Kasus Bullying di Bali Masih Marak, Polsek Kuta Selatan Tangani Penganiayaan Siswa SMK di Nusa Dua
Sebab Ahmad dituduh iseng mengetuk pintu kamar kos tetangganya yang merupakan seorang wanita.
Tak terima, pacar tetangganya kemudian mendatangi kamar Ahmad, lalu memukuli pria 38 tahun itu.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan.
Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah kos yang berlokasi di Jalan Pantai Camplung, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng.
Baca juga: Viral Dugaan Penganiayaan Siswa SMK di Nusa Dua Bali, Polsek Kuta Selatan Lakukan Pendalaman
"Kejadiannya tengah malam, sekitar pukul 01.00 wita," ucapnya dikonfirmasi Selasa (14/10/2025).
Lanjut dijelaskan, pada saat itu Ahmad yang sedang tidur tiba-tiba kamarnya didatangi oleh pacar tetangganya.
Ia dituduh mengetuk-ngetuk pintu kamar pacarnya.
Ahmad yang merasa tidak melakukan, tentu dia mengelak.
Baca juga: 7 Anggota Brimob Diamankan Pasca Driver Ojol Tewas Dilindas Mobil Rantis, IPW Sebut Penganiayaan
Dia juga menjelaskan kalau saat itu dia tidur karena sedang sakit.
Namun mendengar penjelasan Ahmad, pelaku masih saja tidak percaya.
Pelaku kemudian menarik jaket Ahmad, kemudian melayangkan pukulan dengan tangan kanan.
Pukulan itu mengenai dagu kiri Ahmad.
Tak puas dengan pukulan, pelaku juga menendang Ahmad dua kali.
Ia kemudian mengambil serok seng ganggang kayu, lalu kembali memukul Ahmad yang mengenai tangan.
"Akibatnya, korban mengalami bengkak pada dagu kiri serta luka pada kedua tangan," jelasnya.
Merasa tidak terima atas tindakan kekerasan tersebut, Ahmad kemudian melapor ke Polres Buleleng.
Kata Iptu Yohana, kasus penganiayaan ini masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.
"Korban tidak tahu nama pelaku, yang dia tahu pelaku adalah pacar tetangganya."
"Mengenai kasus ini, penyidik tengah melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Penganiayaan di Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-penganiayaan2_20150919_181055.jpg)