Berita Buleleng

Jaga Kelestarian Tanaman Langka Bali, 2.000 Bibit Pohon Ditanam di Perbukitan Dencarik Buleleng

Bertepatan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025, padepokan yang digagas Yayasan Abdi Bumi ini menanam 2.000 pohon

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury/Tribun Bali/ Muhammad Fredey Mercury 
Pohon Langka - Ketua Yayasan Abdi Bumi, I Made Iwan Dewantama (baju putih) bersama Chief Media Business Officer Linknet, Thilan Wijesuriya saat menanam pohon langka jenis kayu tulak. Kamis (27/11/2025) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Di tengah kian langkanya pohon-pohon lokal Bali, Padepokan Dencarik di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Buleleng, kian berkembang menjadi ruang belajar ekologi.

Bertepatan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025, padepokan yang digagas Yayasan Abdi Bumi ini menanam 2.000 pohon berbagai jenis.

Penanaman dilakukan di area perbukitan seluas 2,5 hektare melalui kolaborasi dengan PT Linknet Tbk dan Pertamina Foundation melalui PT Adi Aksara Bumi. Kerja sama ini juga melibatkan petani dan komunitas lokal, yang nantinya berperan dalam perawatan jangka panjang.

Ketua Yayasan Abdi Bumi, I Made Iwan Dewantama, menjelaskan bahwa padepokan Dencarik fokus pada pelestarian keanekaragaman hayati. Tiga kategori tanaman ditanam pada kegiatan kali ini, yaitu pohon langka, pohon upakara, dan pohon buah.

Baca juga: ROMBAK Jabatan Strategis di Badung Bisa Terjadi, Adi Arnawa Sebut Evaluasi Kinerja Pada Awal 2026!

Baca juga: ISENG Cover Lagu Kasmaran, Murbana Diajak Kolaborasi Penyanyi Asli

"Sejumlah tanaman langka yang semakin sulit ditemukan kembali dibudidayakan, seperti tulak, sisih, tengguli, piling, majegau, nagasari, rijasa, lerak hingga kepel. Termasuk pula buah-buahan lokal seperti kaliasem," ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Sebagian bibit diperoleh dari para pembudidaya di Bali. Salah satunya dari Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar. Selain itu adapula yang berasal dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai melalui program Gumi Banten.

Kendati pengadaannya tidak mudah, Iwan menilai upaya pelestarian ini penting agar generasi muda tetap dapat mengenal tanaman-tanaman warisan leluhur, yang juga memiliki nilai pengobatan.

Ia menambahkan, padepokan ini dikembangkan sebagai ruang belajar dengan konsep spiritualitas ekologi, yang menempatkan hubungan manusia dan alam sebagai dasar pengelolaan. Penanaman juga mengikuti prinsip Dewata Nawa Sanga yang diyakini membantu keberhasilan pertumbuhan tanaman berdasarkan arah energi alam.

Sementara Corporate Secretary Linknet, Rininta Agustina, menyebut kegiatan ini merupakan cara perusahaan memastikan pembangunan infrastruktur digital tetap berjalan selaras dengan upaya menjaga lingkungan. \

"Kami ingin memastikan perluasan jaringan internet tidak hanya soal teknologi, tetapi juga memberi kontribusi dalam pengurangan emisi karbon," katanya.

Program penanaman di Dencarik menjadi rangkaian penutup dari tujuh wilayah kegiatan tahun ini. Sebelumnya, penanaman dilakukan di Bintan, Cilacap, Pemalang, Bantul, Bandung, dan Ngawi. Sepanjang tahun 2025, lebih dari 22.000 pohon telah ditanam melalui program New Homepass, New Tree.

Di Dencarik, penanaman dilakukan bersama kelompok masyarakat yang juga akan terlibat dalam perawatan rutin. Setiap enam bulan, pihak Linknet akan melakukan evaluasi untuk menilai dampak keberlanjutan dari program ini. Baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi.

Chief Media Business Officer Linknet, Thilan Wijesuriya, menambahkan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi perusahaan. Melalui program ini, ia berharap kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas dapat turut meningkatkan perekonomian petani setempat.

"Kami ingin memastikan pertumbuhan infrastruktur digital juga memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Penanaman di Buleleng ini menjadi simbol komitmen tersebut," ujarnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved