Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Tinggal Selangkah, Kopi Robusta Lemukih Buleleng Bali Dapat Sertifikat IG

Kopi Robusta Lemukih Buleleng, visitasi dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pembuktian terpenuhi. 

Istimewa
Visitasi - tim ahli Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Indikasi Geografis Kementerian Hukum dan HAM saat melakukan visitasi dan penilaian kopi Robusta Lemukih di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng belum lama ini. Tinggal Selangkah, Kopi Robusta Lemukih Buleleng Bali Dapat Sertifikat IG 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Upaya kopi Robusta Lemukih untuk mendapat pengakuan negara melalui sertifikat Indikasi Geografis (IG) tinggal selangkah. 

Sebab, tim ahli Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Indikasi Geografis Kementerian Hukum dan HAM telah turun langsung melakukan visitasi dan penilaian di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali.

Diketahui, pengusulan Kopi Robusta Lemukih untuk memperoleh pengakuan IG sudah berjalan hampir tiga tahun. 

Berbagai uji telah dilakukan selama proses tersebut. Mulai dari tanah, buah, hingga biji kopi yang diuji di laboratorium. Termasuk manajemen buah, pengolahan biji hingga menjadi bubuk, dan jalur perdagangan.

Baca juga: PERLUAS Kopi Kintamani & Kerajinan Bambu Bangli, Disperindag Gelar Exhibition and Business Gathering

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat menjelaskan, visitasi dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pembuktian terpenuhi. 

Tim ahli IG Kemenkumham menilai kelayakan dan memastikan keberadaan Robusta Lemukih, mulai dari varietas tanaman, budidaya, pengolahan biji kopi, hingga dokumen permohonan yang diajukan masyarakat pembudidaya.

"Visitasi ini menjadi langkah penentu kelayakan Robusta Lemukih untuk disahkan sebagai produk ber-IG, sebuah pengakuan negara terhadap keunikan komoditas berdasarkan kawasan geografis," ucapnya, Minggu 30 November 2025. 

Saat ini, kopi robusta Lemukih dibudidayakan di lahan seluas 91,54 hektar oleh 91 petani. 

Tinggi tempat, karakter tanah, jenis tanaman hingga pola budidaya yang sepenuhnya dilakukan di Lemukih menjadi keunggulan geografis yang sulit ditiru daerah lain.

Walaupun secara garis besar dokumen sudah dinilai lengkap, masih ada beberapa kelengkapan lain yang harus dirapikan, sebelum hasil pleno di Jakarta menentukan kelayakan IG Robusta Lemukih. 

Melalui sertifikat IG, pihaknya berharap tidak hanya membuat Desa Lemukih dikenal sebagai desa wisata, tetapi juga meneguhkan posisinya sebagai sentra Kopi Robusta terbaik di Bali

Sehingga mampu membuka peluang pasar lebih luas dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih besar bagi petani, khususnya di Desa Lemukih.

"Setelah Lemukih, kami siapkan pengusulan Gula Aren Pedawa, Kopi Gunung Kutul di Pucak Sari, dan Beras Merah Munduk," kata pejabat asal Desa/Kecamatan Kubutambahan ini. (mer)

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved