Berita Buleleng
Pemkab Buleleng Bali Siapkan Dua Posko Pengamanan dan Kesiapsiagaan Bencana
Salah satunya menyiapkan posko pengamanan, untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan serta posko kesiapsiagaan bencana.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Berbagai persiapan dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Salah satunya menyiapkan posko pengamanan, untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan serta posko kesiapsiagaan bencana.
Kesiapan ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor bersama Forkopimda dan instansi terkait di Kantor Bupati Buleleng, Kamis (11/12).
Baca juga: Kisah Pilu Pemuda dari Ringdikit Patah Kaki Ditabrak Pajero, Terpaksa Naik Kolbak ke RSUD Buleleng
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengungkapkan, rapat koordinasi ini menindaklanjuti arahan Presiden dan Kementerian dalam negeri (Mendagri).
"Sesuai arahan Presiden dan Mendagri, Pemkab diminta siap siaga, agar pelaksanaan Nataru berjalan aman nyaman tertib dan penuh sukacita bagi masyarakat yang melaksanakan," jelasnya.
Sementara berdasarkan hasil rapat, ada dua posko pengamanan yang akan dibentuk.
Lokasinya berada di Taman Kota Singaraja dan Kawasan Wisata Lovina.
Sutjidra menjelaskan, dua lokasi ini dipilih karena diprediksi akan terjadi lonjakan wisatawan.
Selain itu, pihaknya juga akan membentuk posko kesiapsiagaan bencana, yang berlokasi di Terminal Sangket.
"Posko ini sebagai pusat koordinasi mitigasi dan respons cepat situasi darurat," ujarnya.
Baca juga: Gagal Rem Saat Turunan, Mobil Brio Terperosok ke Rumah Warga di Buleleng
Posko tersebut akan diperkuat berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Dinas PU, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, hingga Tim Kesehatan.
Posko dijadwalkan mulai beroperasi pada 19 Desember 2025, diawali dengan apel bersama.
"Semua kita siapkan agar penanganan di lapangan lebih cepat dan terkoordinasi," tegas Bupati.
Bupati Sutjidra meminta BPBD terus memperbarui informasi dari BMKG, termasuk kajian cuaca dan potensi bencana.
Pemangkasan pohon rawan tumbang juga kembali digencarkan. Apalagi hujan disertai angin kencang yang beberapa hari terakhir melanda sejumlah wilayah.
"Ini penting untuk mengantisipasi daerah rawan. Pohon-pohon besar yang sudah rapuh harus ditangani agar tidak membahayakan pengguna jalan," tegasnya. (mer)
| Pasang Guardrail di Jalur Kaliasem-Tigawasa, Upaya Dishub Buleleng Menekan Risiko Kecelakaan |
|
|---|
| Sah! DPRD Buleleng Ketok Perda Pajak–Retribusi, Ketua DPRD: UMKM Jangan Hanya Jadi Objek Pungutan |
|
|---|
| Ekowisata Hutan Desa di Pejarakan Tuai Pro-Kontra, DPRD Buleleng Dorong Toleransi dan Solusi Bersama |
|
|---|
| DEWAN Minta Dinsos Buat Layanan Pengaduan, Tak Ingin Kasus Kekerasan LKSA Terulang |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Bisa 10 Tahun, DPRD Buleleng Sentil PUPR: Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/GELAR-RAKOR-Suasana-rapat-koordinasi-kesiapsiagaan-pelaksanaan-natal-2025.jpg)