Berita Buleleng
Ini Wilayah di Buleleng Bali yang Paling Banyak Terjadi Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies
Kepala Distan Buleleng, Gede Melandrat mengungkapkan, kasus gigitan ini menyebar di sembilan Kecamatan.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Laporan kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Buleleng tahun 2025 cukup tinggi.
Berdasarkan catatan Dinas Pertanian (Distan), hingga tanggal 10 Desember 2025, kasus gigitan tercatat sebanyak 4087 laporan.
Kepala Distan Buleleng, Gede Melandrat mengungkapkan, kasus gigitan ini menyebar di sembilan Kecamatan.
Baca juga: HINGGA 10 Desember 2025, 4.000 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Buleleng, 111 Sampel Positif?
Tiga Kecamatan dengan laporan terbanyak meliputi Buleleng dengan 717 kasus.
Disusul Kecamatan Banjar dengan 640 kasus dan Kecamatan Sawan dengan 530 kasus.
"Dari jumlah total 4087 laporan kasus gigitan, 187 sampel dikirim untuk diuji di Balai Besar Veteriner (BBVet). Hasilnya, 111 sampel dinyatakan positif rabies, sementara 70 lainnya negatif," jelasnya, Minggu (14/12).
Kasus terbaru terjadi di Desa Dadap Putih, Kecamatan Busungbiu, pada Sabtu (6/12). Di mana korban gigitan merupakan orang dewasa.
Melandrat menyebut, pasca-menerima laporan gigitan pihaknya sudah melakukan uji lab, di mana hasilnya positif rabies.
"Korban sudah mendapatkan vaksin di Puskesmas. Demikian pula petugas, juga segera melakukan vaksinasi dan penelusuran kontak hewan tersebut," katanya.
Baca juga: Gelar Vaksinasi di Pantai Mertasari Sanur Denpasar, 90 Persen Anjing Tervaksin, 23 Positif Rabies
Salah satu penyebab tingginya kasus rabies di Buleleng karena banyaknya anjing yang dilepas liarkan oleh pemiliknya.
Hal ini pula yang menjadi kendala dalam pengendalian kasus rabies.
Walau demikian, Distan Buleleng rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR).
Dari jumlah populasi sebanyak 70.298 HPR, hingga 10 Desember 2025 sebanyak 56.605 HPR telah divaksin.
"Capaian vaksinasi telah menyentuh 80,52 persen dan akan terus dimaksimalkan untuk menekan sebaran kasus rabies," tegasnya. (mer)
| Pasang Guardrail di Jalur Kaliasem-Tigawasa, Upaya Dishub Buleleng Menekan Risiko Kecelakaan |
|
|---|
| Sah! DPRD Buleleng Ketok Perda Pajak–Retribusi, Ketua DPRD: UMKM Jangan Hanya Jadi Objek Pungutan |
|
|---|
| Ekowisata Hutan Desa di Pejarakan Tuai Pro-Kontra, DPRD Buleleng Dorong Toleransi dan Solusi Bersama |
|
|---|
| DEWAN Minta Dinsos Buat Layanan Pengaduan, Tak Ingin Kasus Kekerasan LKSA Terulang |
|
|---|
| Perbaikan Jalan Bisa 10 Tahun, DPRD Buleleng Sentil PUPR: Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Distan-Buleleng-Gede-Melandrat-cf.jpg)