Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penemuan Mayat di Buleleng

2 HARI Tak Keluar Kamar, Puja Ditemukan Meninggal Dunia di Kamarnya, Sukiada Cium Bau Tak Sedap

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi membenarkan ihwal peristiwa penemuan jenazah ini. D

Tayang:
Istimewa
DITEMUKAN TEWAS - Kondisi jenazah Puja saat ditemukan di kamarnya pada Selasa (23/12).  

TRIBUN-BALI.COM - Masyarakat di Banjar Dinas/Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng dibuat geger akan penemuan jenazah seorang pria pada Selasa (23/12) siang. Identitas jenazah tersebut diketahui bernama Putu Puja Arya Suta (49). 

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi membenarkan ihwal peristiwa penemuan jenazah ini. Dikatakan jika Puja tinggal seorang diri di kamar rumahnya. 

Kecurigaan berawal saat kerabat Puja bernama Made Sukiada mendapat telfon dari adiknya bernama Esi. Ia meminta tolong untuk mengecek kamar Puja, karena sudah dua hari belum keluar kamar

"Saksi segera mendatangi lokasi. Saat itu didapati pintu kamar korban dalam keadaan terkunci. Kemudian saksi berinisiatif mengecek dari ventilasi kamar. Saat itu sudah tercium bau tidak sedap dari dalam kamar," ungkapnya. 

Baca juga: GEMAKAN Toleransi & Kerukunan, Denpasar Gelar Atraksi Pementasan Multietnis di Catur Muka

Baca juga: DEMO Minta TPA Suwung Dibuka Permanen, Ratusan Truk Sampah Swakelola Bali Datangi Kantor Gubernur!

Peristiwa tersebut segera dilaporkan ke pihak keluarga dan aparat kepolisian. Pintu kamar akhirnya didobrak. Sampai akhirnya Puja ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia dengan posisi telungkup.

Tim medis dari Puskesmas Buleleng II selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Puja. Hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah fakta. Di antaranya kaku mayat dan lebam mayat, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, terdapat banyak luka melepuh, serta diperkirakan korban telah meninggal lebih dari 24 jam. 

"Dalam pengecekan tersebut kondisi mayat sedang memegang ponsel dan charger masih terhubung ke colokan listrik. Diduga korban tersetrum aliran listrik saat mengisi daya ponsel," jelas Iptu Yohana. 

Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah. Mengantisipasi peristiwa serupa, Iptu Yohana mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan rumah, khususnya saat menggunakan perangkat elektronik seperti ponsel.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan ponsel saat sedang diisi daya, terutama jika berada di tempat lembap atau instalasi listrik yang tidak aman. Pastikan kabel, charger, dan stop kontak dalam kondisi layak pakai serta tidak rusak," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved