Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

TARGET Pembangunan Tahap II Turyapada Tower Tuntas November 2026, Ada Gondola hingga Pedestarian 

Tahap pertama pembangunan Turyapada Tower dianggarkan senilai Rp 330 miliar. Sedangkan di tahap dua, anggarannya senilai Rp 265 miliar.

Tayang:
TRIBUN BALI/ MUHAMMAD FREDEY MERCURY
TINJAU - Gubernur Bali, Wayan Koster saat meninjau lokasi sekitar Turyapada Tower, Sabtu (27/12). 

Koster juga kembali melaunching siaran televisi digital dari Turyapada Tower. Ini merupakan launching ketiga sepanjang tahun 2025, sekaligus kegiatan terakhir. 

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengungkapkan launching siaran televisi digital dilakukan pada awal 2025. Total ada 10 siaran televisi milik Viva grup. Launching ini sekaligus menjadi penanda awal beroperasinya siaran televisi digital di Turyapada.  

Siaran televisi kembali diperluas dengan bergabungnya MUX nusantara TV, serta MUX TVRI termasuk di dalamnya Jawa Pos TV. Launching tahap dua berlangsung pada 18 Agustus 2025. 

Peluncuran ketiga pada Sabtu (27/12/2025) menghadirkan sejumlah stasiun televisi nasional, di antaranya Metro TV, SCTV, Indosiar, Moji TV, Mentari TV, RTV, Magna TV, dan BN TV.

Dengan demikian kini sudah ada 30 siaran televisi yang bisa dinikmati masyarakat, tanpa harus memasang parabola. “Saat ini total ada 30 siaran televisi telah sepenuhnya bersiaran melalui turyapada tower. Tidak ada lagi lewat tower lain. Jadi semua siaran TV di Bali tersentral di Turyapada,” ungkapnya. 

Gubernur Koster menegaskan bahwa keberadaan Turyapada Tower bukan sekadar infrastruktur penyiaran, melainkan simbol transformasi kemajuan teknologi sekaligus pelestarian budaya Bali.

Selain itu, tower ini menjadi wujud komitmen pemerintah provinsi dalam menghadirkan akses informasi yang merata dan berkualitas bagi masyarakat Bali, khususnya di wilayah Buleleng. 

Turyapada Tower tidak hanya berfungsi sebagai lokasi untuk siaran televisi digital. Bangunan ini juga dilengkapi planetarium, skywalk, restoran putar, restoran statis, dan jembatan kaca yang bisa menjadi destinasi wisata.

“Tak hanya itu, tempat ini juga dimanfaatkan oleh instansi lainnya seperti TNI, Polri, BMKG serta BPBD. Lokasi ini punya fungsi luar biasa untuk memantau semua titik yang ada di Bali,” tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved