Berita Buleleng
Buleleng Digelontor Rp 75 Miliar Lewat BKK Provinsi Bali, Digunakan Untuk Perbaikan Jalan Rusak
Buleleng Digelontor Rp 75 Miliar Lewat BKK Provinsi Bali, Digunakan Untuk Perbaikan Jalan Rusak
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Buleleng di tahun 2026 mendatang. Sesuai rencana, pada tahun depan Pemkab Buleleng akan melakukan perbaikan jalan sepanjang 25 kilometer.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengungkapkan, kerusakan jalan di Kabupaten Buleleng tercatat sepanjang 300 kilometer lebih. Namun karena keterbatasan anggaran, maka perbaikan jalan dilakukan secara bertahap.
Baca juga: Kuta Diprediksi Jadi Titik Malam Pergantian Tahun, Dishub Badung Siapkan Pengamanan Car Free Night
Di tahun 2026, perbaikan jalan baru diprioritaskan sepanjang 25 kilometer. Pertimbangannya yakni jalan yang paling dibutuhkan masyarakat, menghubungkan antar desa dan kecamatan, menghubungkan daerah-daerah penting seperti pertanian. Termasuk beberapa ruas yang sempat viral karena kondisinya yang rusak parah.
"Yang kemarin viral itu kita selesaikan di tahun 2026. Misalnya ruas jalan di Desa Mengening, kemudian ruas jalan merak di Desa Bukti. Selain itu ada juga beberapa ruas jalan di Kecamatan Gerokgak dan Seririt," ucapnya, Senin (29/12/2025).
Baca juga: Pemkab Karangasem Bali Tambah Armada Damkar Rp1,5 Miliar, Perkuat Respons Kebakaran hingga Pelosok
Perbaikan 25 kilometer ruas jalan ini memanfaatkan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Bali senilai Rp75 miliar. Selain memanfaatkan BKK, perbaikan infrastruktur juga memanfaatkan APBD Buleleng. Sehingga totalnya bisa mencapai Rp100 miliar.
"Rp75 miliar itu untuk pengaspalan saja. Karena (pengaspalan) 1 kilometer butuh Rp2 miliar. Jadi dana tersebut bisa untuk 25 sampai 30 kilometer. Belum lagi pelebaran dan pembangunan jembatan, serta irigasi," sebutnya.
Sementara Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra menambahkan, khusus jembatan beberapa titik. Salah satunya pelebaran jembatan Baktiseraga. Alasan pelebaran jembatan Baktiseraga karena kepadatan arus lalulintas di sekitar.
"Jembatan Baktiseraga itu nanti diperlebar. Saat ini masih dibuatkan desain, karena butuh konstruksi khusus. Rencananya pelebaran jembatan masing-masing 1 meter di kanan dan kiri jalan. Jadi perkuatan konstruksi saja, tidak dibongkar," jelasnya.
Selain itu adapula pembangunan jembatan di Banyuasri. Rencananya akan dibangun akses jembatan permanen untuk menuju hutan kota. "Kebutuhan jembatan untuk dua titik ini diperkirakan mencapai Rp10 miliar," katanya.
Selain APBD dan BKK, Adiptha mengatakan pihaknya masih mengusulkan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pemerintah pusat. Usulan anggarannya mencapai Rp50 miliar. "Sudah diusulkan dan sedang tahap kajian. Mudah-mudahan dapat," harapnya. (mer)
| DINSOS Pastikan Pendampingan Berlanjut, Delapan Korban Kasus LKSA GS Dipindahkan ke Panti |
|
|---|
| SAPI Terjun ke Sumur Dikira Hilang Oleh Pemiliknya di Desa Banyupoh, Evakuasi Tim TRC Berhasil |
|
|---|
| Baru Saja Dibeli, Dikira Hilang, Sapi Milik Warga di Buleleng Ternyata Masuk Sumur Sempit |
|
|---|
| Kebutuhan 3.000 Telur per Hari, Program MBG Jadi Peluang Besar Usaha Desa di Sukasada Buleleng |
|
|---|
| PEMILIK Bangunan Liar Diberi Waktu 30 Hari Bongkar Mandiri, Kappa: Tidak Ada Ganti Rugi! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Buleleng-Digelontor-Rp75-Miliar-Lewat-BKK-Provinsi-Bali-Digunakan-Untuk-Perbaikan-Jalan-Rusak.jpg)