Berita Buleleng
SDN 4 dan SDN 5 Kubutambahan Buleleng Bali Disegel, Pinjam Tempat Untuk Belajar Tatap Muka
Pantauan Tribun-bali.com, sejumlah siswa-siswi SDN 5 Kubutambahan tampak antusias bisa kembali belajar tatap muka.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - SD Negeri 4 dan SD Negeri 5 Kubutambahan masih disegel karena kasus sengketa tanah antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan ahli waris.
Proses pembelajaran awalnya sempat dialihkan menjadi daring selama dua hari. Namun pada Rabu 21 Januari 2026, proses belajar akhirnya kembali menjadi tatap muka.
Proses belajar tatap muka sementara meminjam tempat di dua sekolah.
Untuk SD Negeri 4 Kubutambahan, siswa-siswi belajar di SD Negeri 3 Kubutambahan.
Baca juga: Tertimpa Longsor, Atap SDN 3 Gitgit Rusak, 1 Rumah di Kawasan Turyapada Tower Bali Tertimbun
Sedangkan siswa SD Negeri 5 Kubutambahan belajar di SD Negeri 2 Kubutambahan, Bali.
Pantauan Tribun-bali.com, sejumlah siswa-siswi SDN 5 Kubutambahan tampak antusias bisa kembali belajar tatap muka.
Salah satunya Putri, pelajar kelas VI SDN 5 Kubutambahan ini mengaku senang bisa kembali belajar di sekolah.
Pada Senin 19 Januari 2026 lalu, ia sempat datang ke SDN 5 Kubutambahan.
Namun ternyata sekolah digembok. Oleh petugas keamanan sekolah, ia diminta kembali pulang.
"Jujur sempat kaget. Namun sekarang sudah ada sekolah baru, saya senang bisa sekolah lagi," ucapnya.
Walau demikian, lokasi sekolah saat ini cenderung lebih jauh dari SDN 5 Kubutambahan.
Putri dan kawan-kawan pun akhirnya diantar menuju ke sekolah.
"Biasanya jalan kaki ke sekolah. Tapi sekarang harus diantar, karena jaraknya jauh," ujar dia.
Sementara kepala sekolah SD Negeri 5 Kubutambahan, Luh Yasmini, mengatakan perlu beberapa penyesuaian pada pembelajaran tatap muka hari pertama.
Misalnya kurangnya tempat duduk, sehingga siswa ada yang perlu duduk bertiga.
"Tentu hal ini sedikit mengganggu. Namun karena situasi, siswa sudah mengerti," katanya.
Selain itu, ada sedikit keluhan dari orang tua. Sebab siswa yang sebelumnya cukup jalan kaki ke sekolah kini harus diantar.
"Walau demikian pembelajaran hari pertama ini tidak ada gangguan. Kami harap guru-guru juga semangat dalam mengajar," tandasnya. (mer)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/SDN-4-dan-SDN-5-Kubutambahan-Buleleng-Bali-Disegel-Pinjam-Tempat-Untuk-Belajar.jpg)