Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pelecehan di Bali

OKNUM Guru Cium Staf TU SMK di Buleleng, Polisi Segera Periksa Terlapor, Disdik Sayangkan Hal Ini

Polisi telah mengamankan rekaman CCTV dan segera memanggil terlapor yakni Ketut SW untuk dimintai keterangan. 

Tribun Bali/Dwi S
ILUSTRASI - Kasus dugaan pelecehan yang dialami MW, salah satu staf pegawai Tata Usaha (TU) di SMK wilayah Kubutambahan saat ini tengah ditangani pihak kepolisian.  

TRIBUN-BALI.COM - Kasus dugaan pelecehan yang dialami MW, salah satu staf pegawai Tata Usaha (TU) di SMK wilayah Kubutambahan saat ini tengah ditangani pihak kepolisian. 

Polisi telah mengamankan rekaman CCTV dan segera memanggil terlapor yakni Ketut SW untuk dimintai keterangan. 

Hal tersebut diungkapkan Kanit IV PPA dan Tipidter Sat Reskrim Polres Buleleng, IPTU Agus Fajar Gumelar. Dikatakan dia, pasca dilaporkan pada Sabtu (24/1) pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mengamankan rekaman CCTV.

“Untuk sementara sampai sekarang baru korban yang dimintai keterangan. Kami juga segera melakukan pemeriksaan visum terhadap korban,” jelasnya, Selasa (27/1). 

Rencananya pekan ini polisi akan memeriksa terlapor yakni Ketut SW. Sebab korban dan terduga pelaku sudah saling kenal. Tak hanya itu, polisi juga akan memeriksa teman MW, karena dia merupakan orang pertama yang mengetahui pasca kejadian. “Karena dari infonya, saat kejadian korban hanya berdua dengan terlapor,” imbuhnya. 

Baca juga: PERUSAHAAN Roti Buang Sampah di Gianyar, Desa Sanur Kauh Wajibkan Warga Pilah Sampah Jadi 3 Jenis! 

Baca juga: SETENGAH Kilo Ganja Hampir Masuk Bali, BNNP Bali Bongkar Sindikat Sumatera, 3 Pemuda di TKP Berbeda!

Untuk diketahui, peristiwa pelecehan ini dialami oleh MW pada Kamis (22/1) sekitar pukul 10.18 WITA. MW yang saat itu sedang melaksanakan tugas piket jaga di front office sekolah, tiba-tiba didatangi oleh Ketut SW yang merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

Perbuatan Ketut SW membuat MW merasa tidak nyaman dan terganggu secara psikis. Terlebih dilakukan di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika.

Sementara Ketut SW, diduga merupakan guru. “Pengakuan korban dicium satu kali di pipi. Dari hasil pengamatan kami, korban terlihat shock. Korban mengaku tidak menyangka tiba-tiba dicium,” jelasnya. 

Kasus ini sempat viral di media sosial. Oknum guru ASN diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang staf TU diduga terjadi di SMK Bali Mandara, Kabupaten Buleleng.  

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali, Ida Bagus Wesnawa Punia ketika dikonfirmasi mengatakan sebetulnya pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada yang terduga pelaku pelecehan dan yang menjadi korban pelecehan

“Kita coba melihat dulu, mencermati real kondisi yang terjadi pada saat itu. Cuma hari ini (kemarin) dilakukan mediasi di sana (Buleleng). Kemudian nanti seperti apa yang akan langkah-langkah strategisnya Pemprov Bali setelah kita mungkin bertemu dengan terduga pelaku dan terduga korban, otomatis kita akan merujuk kepada aturan birokrasi ini,” jelasnya, Selasa (27/1). 

Sebetulnya kasus ini seharusnya ditindak terlebih dulu oleh Disdikpora Bali, namun menurutnya Satuan Pendidikan di Buleleng belum memahami aturan atau regulasi yang berlaku. Sebab mediasinya tak dilakukan pertama kali di Disdikpora. 

“Kami juga akan melibatkan teman-teman inspektorat Provinsi Bali dan terakhir di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Jadi khan mekanismenya kalau sampai hal sensitif, bisa sampai pemecatan dan segala macam khan di ranah teman-teman itu,” sambungnya. 

Wesnawa mengingatkan di lingkup tenaga pengajar ekosistem pendidikan agar meningkatkan aspek pelayanan masyarakat.

Tata kelola pelayanan sangat amat penting dilakukan sebab akan berdampak ke depannya. Terlebih pendidikan terkait dengan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved