Banjir di Bali
Sungai Meluap Dini Hari, 21 KK di Seririt Mengungsi, Molen Milik Warga Terbawa Arus
Hujan lebat pada Sabtu (31/1/2026) dini hari mengakibatkan aliran air di Sungai Banyu Raras, Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Banjarasem
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Hujan lebat pada Sabtu (31/1/2026) dini hari mengakibatkan aliran air di Sungai Banyu Raras, Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng meluap.
Puluhan warga terpaksa mengungsi sementara lantaran rumahnya kebanjiran.
Tercatat ada 11 rumah yang terdampak banjir. Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) atau sekitar 60 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat aman seperti wantilan dan balai banjar setempat.
Baca juga: Bukan Untuk Mencegah, Sirine Banjir Dipasang di Bali Untuk Minimalkan Resiko Korban
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz mengungkapkan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam (31/1/2026) sekitar pukul 23.00 WITA.
Berdasarkan laporan, luapan air Sungai Banyu Raras akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam waktu lama.
"Luapan air masuk ke rumah-rumah warga di Banjar Dinas Kalanganyar dan menyebabkan genangan serta lumpur di lingkungan pemukiman," jelasnya, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Pemprov Bali Serahkan Bantuan 45 Juta ke Korban Terseret Banjir, Keluarga Semikristian Sampaikan Ini
Selain merendam rumah, banjir juga menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Lima tembok pagar rumah warga dilaporkan jebol, satu unit molen proyek milik warga atas nama Eka hanyut terbawa arus, serta 10 ekor ayam milik warga bernama Ketut Drata dilaporkan hilang.
"Walau demikian, peristiwa ini tidak menyebabkan korban jiwa," imbuhnya.
Baca juga: Denpasar Telah Pasang 14 EWS untuk Deteksi Banjir, 7 Alat Telah Dilengkapi Sirene
Masyarakat bersama sejumlah instansi terkait, mulai dari anggota kepolisian, TNI, pihak kecamatan, BPBD, dan Damkar Buleleng gotong royong melakukan pembersihan sisa material lumpur akibat banjir.
Sementara Kepala BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan tingginya intensitas hujan di wilayah Banjar Dinas Kalanganyar berdampak pada jebolnya tanggul sungai.
Sehingga belasan rumah warga kebanjiran.
"Panjang tanggul yang jebol mencapai 300 meter," ucapnya.
Suyasa menambahkan, pihaknya telah melakukan asesmen dampak kerusakan akibat banjir.
Yang mana masuk kategori sedang. Tak hanya itu, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan kepada 21 KK terdampak banjir.
"Kami menyalurkan bantuan paket sembako, paket sandang, paket alat kebersihan, matras dan selimut," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Banjir di Gianyar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pembersihan-sisa-banjir-89.jpg)