Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Pemkab Buleleng Segera Mulai Proyek Penataan Titik Nol Kota Singaraja

Proyek penataan titik nol Kota Singaraja akan segera dimulai. Sesuai rencana, penandatanganan kontrak akan dilakukan, Senin (9/2). 

Tayang:
Tribun Bali
PENATAAN - Suasana titik 0 Singaraja. Pemkab Buleleng segera melakukan penandatanganan kontrak penataan titik 0. 

TRIBUN-BALI.COM - Proyek penataan titik nol Kota Singaraja akan segera dimulai. Sesuai rencana, penandatanganan kontrak akan dilakukan, Senin (9/2). 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra usai mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster pada acara penyerahan seragam pecalang di Setra Desa Adat Buleleng, Sabtu (7/2). Berdasarkan informasi dari penyedia barang, penandatanganan kontrak akan dilakukan pada Senin hari ini. 

"Hari Senin sudah mulai penandatanganan kontrak, sehingga sesegera mungkin mulai dikerjakan. Itu info dari penyedia barang," ucapnya. 

Mengacu pada laman sistem pengadaan secara elektronik (SPSE), nilai pagu penataan infrastruktur kawasan Tugu Singa Ambara Raja (Penataan Titik 0) yakni Rp25 miliar.

Total ada 23 peserta yang mengikuti tender proyek tersebut. Sedangkan pemenangnya yakni PT Taman Bunga Indah dengan nilai penawaran Rp24,4 miliar lebih. 

Baca juga: UPAYA Pemkab Bangli Jaga Kualitas Infrastruktur, Terapkan Probity Audit di Setiap Proyek

Baca juga: RIVER Adventure Wisata Air Baru Jembrana, Tiket Wahana Mulai Rp100 Ribu, Ada 3 Trek Sesuai Selera

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUPR Perkim Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, mengatakan pelaksanaan kegiatan penataan titik 0 berbarengan dengan pembangunan gedung Laksmi Graha. Yang mana saat ini juga sudah ditentukan pemenang tender dan tinggal penandatanganan kontrak. 

Diketahui, nilai pagu proyek pembangunan gedung Laksmi Graha Rp15 miliar. Tender ini diikuti 69 peserta dan dimenangkan oleh CV Cadudasa Pratama dengan nilai penawaran Rp13,9 miliar. 

"Pengerjaannya berbarengan Gedung Laksmi dengan titik 0 kota Singaraja. Mungkin palemahannya dulu, palemahan kangin dan kauh setelah mepiuning," jelasnya, Minggu (8/2).

Menurut Adiptha, ritual mepiuning wajib dilakukan sebelum dimulainya kegiatan fisik. Mengingat di lokasi sekitar ada palinggih. 

"Sekala niskala kita wajib piuning, baru mulai proyeknya. Selain itu beberapa kesekretariatan yang ada di Gedung Laksmi Graha juga sudah dipindah. Beberapa ada yang menempati Rumah Jabatan, dan adapula yang menempati gedung Dinas Kebudayaan sementara. Sambil jalan akan dicarikan tempat yang layak," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved