Ulah Pati di Bali
BULE Diduga Ulah Pati, Jasadnya Ditemukan Petugas PDAM d Buleleng, Diduga Ada Masalah Ekonomi
Seorang warga negara asing (WNA) asal negara Denmark diduga melakukan ulah pati. Jenazahnya ditemukan di teras rumah oleh petugas PDAM
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Lagi kasus dugaan ulah pati terjadi di Bali. Kali ini menimpa seorang WNA asal Denmark.
Ia diduga melakukan ulah pati, usai jenazahnya ditemukan di teras rumah oleh petugas PDAM. Peristiwa ini terjadi di salah satu perumahan wilayah Banjar Dinas Banyualit, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng pada Selasa (10/2/2026).
Jenazah WNA tersebut bernama Maja Miriam (53). Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz membenarkan ihwal peristiwa ini.
Dikatakan dia, peristiwa berawal sekitar pukul 11.00 WITA, saat petugas PDAM bernama Dewa Made Dwi Putra mendatangi rumah yang ditinggali oleh Maja (baca: Maya).
Baca juga: MENDIANG Tante Jenna Sempat Dikira Kecelakaan Tunggal & Pulang Duluan Hendak Beri Makan Kucing
Baca juga: Hendak Cek Meteran Air, Petugas PDAM di Buleleng Temukan WNA Akhiri Hidup
Putra yang ketika itu hendak mengecek meteran air, melihat pintu pagar rumah dalam keadaan sedikit terbuka. Ia sempat mengucapkan 'permisi', namun tidak ada jawaban dari penghuni rumah.
"Karena tidak ada jawaban, saksi langsung membuka pintu pagar rumah. Namun saat memasuki halaman, ia mendapati penghuni rumah bernama Maya dalam keadaan duduk bersimpuh mengadap ketimur. Saksi juga melihat leher WNA perempuan itu terikat tali tambang plastik dan kedua tangannya sudah biru," jelasnya.
Putra segera keluar rumah memberi tahu tetangga sekitar. Hingga beberapa saat kemudian, pemilik rumah bernama Kadek Astawa datang. Ia segera melapor ke aparat desa dan Polsek Kota Singaraja untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Menurut keterangan pemilik rumah, kata IPTU Yohana, Maya sudah tinggal di rumah tersebut sejak empat bulan lalu. Sehari sebelum ditemukan mengakhiri hidup, Maya sempat mendatangi undangan Astawa yang menggelar tiga bulanan cucu. Saat hendak pulang, Maya sempat mengatakan kalimat perpisahan.
"Karena merasa curiga, saksi sempat mengkonfirmasi kenapa dia mengucapkan kalimat tersebut. Sebab setahu saksi, dia sudah harus kembali ke negaranya. Namun hanya dijawab 'makanya saya mengucapkan selamat tinggal kepada anda' oleh yang bersangkutan," ungkap IPTU Yohana.
Kemudian keesokan harinya, Astawa sempat mengirim pesan pada Maya untuk makan dan minum kopi di rumahnya melalui chat WhatsApp. Namun tidak ada jawaban. Hingga pada pukul 11.00 WITA, ia mendapat kabar dari tetangga jika Maya diduga mengakhiri hidup, dan diminta datang ke lokasi.
Kepada polisi, Astawa juga menerangkan jika Maya kerap cerita sedang stres karena tekanan ekonomi. Sebab semua akses keuangan diblokir, termasuk ATM dan kartu kreditnya. Maya pernah mendatangi Konsulat Denmark di Denpasar untuk minta bantuan pulang ke negaranya, namun tidak ditanggapi.
Terungkap pula jika Maya sudah berulang kali berupaya mengakhiri hidup. Pada tanggal 17 Desember 2025 lalu, ia sempat menerobos pantai menggunakan sepeda motornya. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan oleh warga sekitaran Dermaga Pantai Lovina, Desa Kalibubuk, Kecamatan Buleleng.
Tim Forensik RSUD Buleleng kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah Maya. Menurut keterangan dokter forensik RSUD Buleleng, dr Klarisa, tidak ditemukan luka maupan tanda kekerasan di bagian tubuh yang terlihat. Diperkirakan Maya meninggal dunia kurang dari 24 jam sebelum ditemukan.
"Menurut keterangan dokter forensik, kematian yang bersangkutan akibat dari kekurangan oksigen. Ditemukan adanya luka ‘lecet tekan’ pada bagian leher akibat dadi jeratan tali. Walau demikian tidak ditemukan luka ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh," ucap IPTU Yohana.
Sementara berdasakan hasil olah TKP dari Identifikasi Sat Reskrim Polres Buleleng, tidak ditemukan adanya kejanggalan-kejanggalan akibat dugaan terjadinya tindak pidana. "Disimpulkan sementara yang bersangkutan diduga mengakhiri hidup akibat permasalahan keuangan," tandasnya. (mer)
| Dalam Setahun Terjadi Hingga 11 Kasus Ulah Pati, Denpasar Buat Inovasi Pos Prana Jiwa |
|
|---|
| Sebelum Lompat dari Jembatan di Karangasem, NKRPN Sempat Minta Turun, Ingin Ada yang Dibicarakan |
|
|---|
| NEKAT Akhiri Hidup di Jembatan Batang, Wanita 27 Tahun Meninggal Dunia, Padahal Sudah Dihentikan! |
|
|---|
| Diduga Tenggak Racun, Dua Petani Tewas di Tegallalang, Diduga Hubungan di Luar Pernikahan |
|
|---|
| BULE Ulah Pati di Kerobokan! Jasad Tergantung Dalam Vila, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/WNA-ulah-pati-di-Buleleng-fv.jpg)