Berita Bali
Dishub Manfaatkan Sampah Plastik Sebagai Papan Nama Jalan, Simak Penjelasannya!
Sampah-sampah tersebut didaur ulang untuk kemudian dimanfaatkan sebagai papan nama jalan.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemerintah Kabupaten Buleleng membuat terobosan baru, pengelolaan sampah plastik. Sampah-sampah tersebut didaur ulang untuk kemudian dimanfaatkan sebagai papan nama jalan.
Inovasi ini digawangi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng. Dalam hal ini, pihak Dishub berkolaborasi dengan Rumah Plastik Mandiri Buleleng.
Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra, menyampaikan bahwa gagasan ini berawal dari arahan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dalam merancang gerakan baru penataan kota, khususnya di kawasan strategis titik nol.
Menurutnya, penataan kawasan tidak hanya harus aman dan tertib, tetapi juga ramah lingkungan.
"Karenanya selain lampu penerangan jalan dirancang menggunakan PJU-TS (tenaga surya), kabel ditanam di bawah tanah, kami berpikir kenapa tidak memanfaatkan sampah plastik untuk papan nama jalan," ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: 1 TEWAS 2 Selamat, 3 Tertimbun Longsor di Tegenungan, 14 Warga Terdampak Senderan Jebol di Denpasar!
Baca juga: KOSONG 10 Kursi Kadis di Pemkab Badung, Adi Arnawa Ingin Orang Baru, Perintahkan Ini ke BKPSDM
Gagasan tersebut kemudian dikembangkan melalui diskusi internal, dan kolaborasi dengan Rumah Plastik Mandiri Buleleng.
Proses perancangan memerlukan waktu cukup panjang, karena harus menyesuaikan dengan ketentuan Kementerian Perhubungan terkait fasilitas jalan, sekaligus menghadirkan desain yang original dan memiliki identitas Buleleng.
"Saat ini sedang on progres pembuatan. Mengenai waktu pengerjaan, menyesuaikan dengan selesainya proyek titik nol," ucapnya.
Menurut Gunawan, bukan tidak mungkin ke depan proyek serupa juga menyasar papan penunjuk jalan. "Astungkara jika anggaran mencukupi, bisa dilakukan," tandasnya.
Pada tahap awal penataan kawasan Titik Nol, Dishub Buleleng membutuhkan 10 papan nama jalan untuk lima ruas jalan, masing-masing dipasang di awal dan akhir ruas.
Desain papan nama jalan berbahan plastik daur ulang ini rencananya, akan didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) milik Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng melalui BRIDA.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah plastik, tetapi juga mampu mengangkat citra Kabupaten Buleleng sebagai daerah yang inovatif, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan, sekaligus menjadi contoh yang dapat direplikasi oleh daerah lain.
Sementara itu, pemilik Rumah Plastik Mandiri Buleleng, Putu Eka Darmawan, mengungkapkan ini merupakan proyek pertamanya yang akan bisa dinikmati terus-menerus oleh masyarakat dan berada di ruang publik. Oleh sebab itu ia sangat semangat untuk mengerjakan.
Dari sisi desain, pihaknya berupaya menghadirkan papan nama jalan yang sangat berbeda dibandingkan daerah lain, tanpa mengesampingkan petunjuk teknis dan regulasi yang berlaku.
"Juknis dari Dinas Perhubungan tetap kami gunakan 100 persen. Namun kami menambahkan ciri khas, mulai dari penggunaan material plastik jenis HDPE yang aman dan tahan cuaca, sentuhan seni Bali, hingga rencana penambahan ukiran dengan gaya Bali," jelasnya.
Sedangkan sisi teknis, untuk memproduksi 10 papan nama jalan beserta tiangnya dibutuhkan sekitar 880 kilogram plastik dalam kondisi sudah tercacah. Jika dihitung dari sampah plastik mentah yang belum dicacah, jumlahnya mencapai lebih dari 1 ton.
"Seluruh sampah plastik tersebut dikumpulkan dari jaringan binaan kami berupa bank sampah dan TPST yang tersebar di seluruh Kabupaten Buleleng," ungkapnya.
Terkait waktu pengerjaan, Eka menyebutkan bahwa proses terlama justru berada pada tahap pengumpulan bahan baku. Namun setelah material tersedia, proses produksi relatif cepat dengan dukungan peralatan yang memadai.
"Untuk satu papan nama, pengerjaan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Secara keseluruhan, dari pengumpulan hingga pemasangan, 10 papan nama dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu bulan," ucapnya. (mer)
| Berkali-kali Viral, Warga Keluhkan Jalan Sidemen-Klungkung Bali Rusak, Tidak Kunjung Diperbaiki |
|
|---|
| Bukan Sekadar Film Sedih, Kisah Alzheimer Ini Bikin Penonton Denpasar Bali Teringat Orang Tua |
|
|---|
| Raih Juara 1, Pecatur Cilik Buleleng Putu Paramitha Curi Perhatian di Bali Rapid Chess Open 2026 |
|
|---|
| SIMBOL Toleransi Hidup Sejak Ratusan Tahun Lalu, Wamenag RI dan Gubernur Koster Lepas IWFP 2026 |
|
|---|
| Turnamen Catur Terbesar di Bali, Parta: Pecatur Punya Mental Tangguh dan Hidup Lebih Terencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Dishub-Buleleng-Gede-Gunawan-saat-meninjau-pengerjaan-v.jpg)