Berita Buleleng
Kesal Menunggu Lama, KNW Tega Pukuli Anaknya Berkali-kali di Buleleng Bali
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengungkapkan kasus ini telah dilaporkan ke Polres Buleleng.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pelajar perempuan asal Kecamatan Sukasada menjadi korban penganiayaan.
Ia dipukuli ayahnya berkali-kali hanya karena masalah sepele, yakni telat keluar dari sekolah.
Peristiwa ini dialami gadis berinisial MNAP, pelajar berusia 14 tahun asal Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Kejadiannya pada Rabu 11 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 Wita.
Baca juga: Senggolan Vario vs Scoopy di Jalur Singaraja, Anak di Bawah Umur Dinyatakan Meninggal Dunia
Konon, MNAP dipukuli ayahnya yang berinisial KNW. Penyebabnya karena pria 42 tahun itu emosi gara-gara anaknya telat keluar dari sekolah.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengungkapkan kasus ini telah dilaporkan ke Polres Buleleng.
Kasus ini telah tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/46/II/2026/SPKT/POLRES BULELENG/POLDA BALI, tertanggal 12 Februari 2026
"Berdasarkan laporan, korban dipukuli sebanyak 10 kali yang mengenai bagian kepala kiri atas," ucapnya dikonfirmasi Minggu 15 Februari 2026.
Sementara Kanit IV PPA dan Tipidter Sat Reskrim Polres Buleleng, IPTU Agus Fajar Gumelar, menjelaskan MNAP merupakan keluarga broken home.
Di mana MNAP ikut dengan ayahnya, sedangkan ibu MNAP bekerja di luar negeri.
Pada saat kejadian, lanjutnya, KNW yang menjemput anaknya sudah menunggu lama di depan sekolah.
Hal inilah yang akhirnya menyulut emosi KNW.
"Saat di perjalanan MNAP dipukuli ayahnya sebanyak 10 kali. Kemudian saat mencari rumput untuk pakan sapi, MNAP kembali dipukuli ayahnya menggunakan gagang sabit sebanyak dua kali. Ini peristiwanya di hari yang sama," jelasnya.
Mengetahui ibunya telah kembali ke tanah air, MNAP akhirnya menceritakan peristiwa yang dialami pada ibunya.
Alhasil peristiwa penganiayaan ini dilaporkan secara resmi ke Polres Buleleng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/IPTU-Agus-Fajar-Gumelar-menjelaskan-kronologi-penganiayaan-89.jpg)