Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Dua KK Mengungsi Akibat Fenomena Soil Creep 

Ini karena rumahnya mengalami kerusakan cukup parah, yang diduga akibat dampak fenomena soil creep atau rayapan tanah. 

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
SOIL CREEP - Tim BPBD Buleleng saat melakukan peninjauan fenomena soil creep di wilayah Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, Kamis (5/3). 

TRIBUN-BALI.COM - Dua kepala keluarga (KK) di wilayah Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng terpaksa mengungsi sementara. 

Ini karena rumahnya mengalami kerusakan cukup parah, yang diduga akibat dampak fenomena soil creep atau rayapan tanah. 

Soil creep merupakan pergerakan massa tanah yang sangat lambat. Kelian Banjar Dinas Sorga Mekar, Putu Karmita, mengatakan retakan tanah terus memanjang dan melebar sejak pertama kali muncul pada 11 Februari 2026.

Hingga kini, panjang retakan bahkan telah mencapai puluhan meter dengan lebar beragam. "Ada yang mencapai 30 sentimeter bahkan lebih," ucapnya, Kamis (5/3).

Baca juga: POLISI Amankan 345 Lembar Uang Palsu, Pengedar Ditangkap Usai Belanja di Warung di Nusa Penida 

Baca juga: PUTRA Selamatkan Iurii dalam Kondisi Lemas, WNA Rusia Terombang-ambing 20 Jam di Tengah Laut

Data sementara mencatat sebanyak 15 kepala keluarga (KK) terdampak akibat fenomena ini. Karmita menyebut setidaknya ada tiga rumah warga yang mengalami kerusakan. Namun dua di antaranya yang dinilai paling berisiko.  

"Itu rumah milik Gede Dana dan Kadek Darmada yang kondisinya sudah termasuk rusak parah. Karena itu mereka diminta sementara mengungsi terutama pada malam hari," ujarnya. 

Sementara Kalaksa BPBD Buleleng, Gede Suyasa, membenarkan pihaknya sudah menerima laporan fenomena diduga soil creep ini. Pihaknya bersama sejumlah instansi terkait juga sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan. "Peristiwa tersebut menyebabkan permukaan tanah turun mencapai 30-50 sentimeter," sebutnya. 

BPBD Buleleng masih mencari tahu lebih lanjut untuk mengungkap penyebab fenomena ini. Rencananya dalam dua hari ke depan, BPBD akan mendatangkan ahli geologi untuk mengkaji lebih mendalam fenomena ini. 

"Nanti tim dari Undiksha akan turun bersama dengan tim geologi, dan akan memberi kajian," imbuhnya.  

Mantan Camat Tejakula ini menambahkan, langkah mitigasi akan segera disiapkan apabila pergerakan tanah terus berlanjut. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa diminta melakukan langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan warga. (mer)  

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved