Rabies di Bali
15 Warga di Pasar Buleleng Digigit Anjing Diduga Rabies, 2 di Antaranya Anak-Anak
Masyarakat di sekitar Pasar Buleleng dibuat resah, pasca beredarnya kabar anjing diduga rabies berkeliaran pada Minggu (8/3/2026).
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Masyarakat di sekitar Pasar Buleleng dibuat resah, pasca beredarnya kabar anjing diduga rabies berkeliaran pada Minggu (8/3/2026).
Kabarnya, anjing tersebut telah menggigit belasan warga sekitar.
Lurah Kendran Made Sumardika, mengungkapkan informasi ini awalnya dari anggota Pecalang Delod Peken, yang kebetulan menjadi petugas parkir di Puri Kanginan.
Ia saat itu melihat anjing yang cukup agresif dan sempat menggigit warga sekitar.
Baca juga: Dimulai Februari 2026, 6.534 Ekor Anjing di Denpasar Bali Telah Divaksin Rabies
"Karena meresahkan, akhirnya dikejar oleh pecalang. Anjing itu sempat lari ke arah timur, yakni ke arah masjid. Anjing itu sempat mau mendekati anak-anak. Beruntung dihadang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas," jelasnya.
Sumardika mengatakan, korban yang digigit anjing liar ini merupakan pengunjung pasar Buleleng.
Ada dari Liligundi, Banjar Paketan, dan adapula dari Kendran.
"Warga yang sempat digigit selanjutnya dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara untuk anjingnya sudah dieliminasi," imbuhnya.
Baca juga: Pelajar SMP Digigit Anjing Peliharaan, Desa Munduktemu Tabanan Ditetapkan Zona Merah Rabies
Menindaklanjuti banyaknya anjing liar di lokasi sekitar, pihak kelurahan berencana melakukan eliminasi.
Rencana ini telah dikoordinasikan dengan dokter hewan serta aparat lingkungan setempat.
"Langkah ini agar masyarakat kami tidak resah dengan banyaknya anjing liar. Karena di Kendran saja, jumlah populasi anjing diperkirakan 20 ekor. Itu yang biasa keliaran di sekitar pasar," sebutnya.
Baca juga: TEWAS Anak 8 Tahun di Karangasem Suspect Rabies, Bali Waspada! Dinkes Catat Gigitan HPR Capai 66.760
Berdakan data yang dihimpun dari RSUD Buleleng, tercatat ada 15 pasien yang dilarikan ke RSUD Buleleng karena gigitan anjing, yang berlokasi di sekitaran jalan Gunung Batur dan Pasar Buleleng.
Dari 15 pasien, dua di antaranya merupakan anak-anak usia 7 dan 6 tahun. Sedangkan sisanya merupakan orang dewasa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan dokter hewan dari Puskeswan Kecamatan Buleleng telah melakukan penanganan awal dengan mengambil sampel otak hewan penular rabies (HPR) untuk diuji di laboratorium.
"Melihar dari ciri-ciri perilaku hewan, memang mengarah pada rabies. Namun kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," jelasnya. (*)
Artikel lainnya di Anjing Rabies
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-rabies_anjing-rabies_anjing_anjing-gila_anjing-ngamuk_gigitan-anjing_dog_dwis.jpg)