Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banjir di Buleleng

DAMPAK Banjir di Buleleng, 3 Ruang Kelas Tak Bisa Dipakai, Belajar SDN 5 Banjar Dialihkan Daring!

Setelah ruangan dibersihkan, pihak Dinas bersama instansi terkait akan melakukan pengecekan kerusakan bangunan.

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
TERENDAM LUMPUR - Kondisi SDN 5 Banjar pasca banjir bandang, Minggu (8/3). 

TRIBUN-BALI.COM - Bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng berdampak pula pada lumpuhnya satuan pendidikan di sekitar, yakni SD Negeri 5 Banjar. Tercatat tiga ruang kelas tidak bisa dimanfaatkan, karena kemasukan material lumpur luapan Sungai Mendaum. 

Pantauan Tribun Bali, Minggu (8/3), lumpur tebal masih memenuhi sejumlah bagian bangunan. Mulai dari lapangan, tiga ruang kelas, hingga akses masuk sekolah. 

Tak hanya itu, buku paket pelajaran siswa kotor dan basah akibat air bercampur lumpur. Demikian pula sejumlah meublair seperti meja dan kursi ikut terdampak. 

Baca juga: DUO WNA Pembunuh Bayaran Australia Kena Vonis 16 Tahun Penjara, Ini Alasan Hakim PN Denpasar 

Baca juga: BAGI Desa & Kelurahan yang Sukses Kelola Sampah Mandiri, Badung Siap Beri Reward Miliaran Rupiah!

Sekretaris Disdikpora Buleleng, Luh Putu Adi Ariwati, mengatakan untuk sementara proses belajar mengajar di SD Negeri 5 Banjar dilakukan secara daring. Sebab kondisi ruang kelas belum memungkinkan untuk dimanfaatkan. 

"Pembelajaran daring diupayakan sampai besok (Selasa, red). Karena sekolah saat ini masih dibersihkan. Sehingga belum aman untuk anak-anak," ucapnya, Senin (9/3). 

Setelah ruangan dibersihkan, pihak Dinas bersama instansi terkait akan melakukan pengecekan kerusakan bangunan. Diakui ada tiga ruang yang terhindar dari banjir, yang bisa dimanfaatkan sementara untuk 66 siswa SD Negeri 5 Banjar.

"Itu kita manfaatkan dulu untuk pembelajaran offline, dengan sistem dua shift. Kelas I-III masuk pagi, sedangkan kelas IV - VI masuk mulai pukul 10.00 Wita," tandasnya. 

Sementara itu, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menerjunkan personel untuk membantu penanganan pasca-bencana banjir bandang di Desa Banjar, Buleleng. Dalam pelaksanaannya, Kwarcab Buleleng mengerahkan tim relawan serta personel Pramuka Peduli dari Kwartir Ranting (Kwarran) Seririt. 

Para anggota pramuka ini bekerja sama dengan unsur terkait untuk mengevakuasi lumpur dan kayu-kayu besar yang terbawa arus banjir bandang ke pemukiman warga.

Proses karya bakti difokuskan di SDN 5 Banjar. Pramuka juga bergotong royong membersihkan material lumpur yang masih menutupi halaman rumah warga di sekitar Tukad Mendaum.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng, Gede Suyasa, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat. Ia mengapresiasi kesigapan para anggota yang terjun langsung ke lapangan.

"Gerakan Pramuka harus selalu hadir dan menjadi solusi di tengah kesulitan masyarakat. Aksi Karya Bakti di Desa Banjar ini adalah bukti bahwa pendidikan karakter dalam kepramukaan mencetak generasi yang peka lingkungan dan memiliki jiwa pengabdian tinggi tanpa pamrih," ujarnya. 

Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur desa sekaligus meringankan beban warga yang terdampak langsung oleh bencana alam tersebut. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved