Penebasan di Buleleng
Penebasan di Buleleng Saat Nyepi Diduga Dipicu karena Ini, Korban Sempat Ancam Pelaku
Penebasan yang terjadi saat Nyepi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng pada Kamis (19/3/2026) diawali dengan cekcok.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Penebasan yang terjadi saat Nyepi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng pada Kamis (19/3/2026) diawali dengan cekcok.
Akibatnya, seorang pria dinaikkan ke mobil bak terbuka akibat mengalami tebasan di bagian punggung bawah.
Informasinya, peristiwa mencekam ini berawal dari pesta minuman keras oleh sekelompok warga sekitar pukul 15.00 WITA, hingga kemudian berujung pertengkaran dan penganiayaan.
Baca juga: Malam Pengerupukan di Buleleng Bali, 690 Personel Disiagakan, Antisipasi Mabuk hingga Perkelahian
Korban diketahui bernama Kadek Sastrawan, sedangkan terduga pelaku bernama Komang Agus Sudiartawan.
Keduanya merupakan warga di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar.
Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut.
Berdasarkan kronologis kejadian, insiden bermula saat Sastrawan (korban) menghubungi Komang Agus melalui pesan WhatsApp untuk mengajak minum minuman keras.
Baca juga: Putu AW Ditangkap Polisi, Nekat Gelapkan Uang Pesanan Baju Ogoh-ogoh Belasan Juta di Buleleng Bali
Ajakan tersebut disambut oleh Komang Agus dengan mendatangi rumah Sastrawan.
"Sekitar pukul 09.30 Wita, terlapor datang ke rumah korban dan minum bersama dua saksi, yakni Putu Kawit (60) dan Komang Supanca (50), serta sejumlah rekan lainnya," ujarnya seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Jumat (20/3/2026).
Dalam suasana berkumpul itu, Sastrawan disebut sempat menyinggung Komang Agus hingga membuat suasana memanas.
Orang-orang yang berada di lokasi berusaha menenangkan keadaan dan meminta agar persoalan tidak diperpanjang.
Baca juga: ANTREAN Kendaraan Pemudik Menuju Jawa dari Bali Mengluar Sampai Wilayah Buleleng!
Ketegangan berlanjut ketika Komang Agus mendatangi Sastrawan untuk menanyakan maksud ucapan yang dianggap menyinggung dirinya.
Cekcok pun tak terhindarkan. Warga sekitar berupaya melerai dan meminta Komang Agus agar pulang.
Namun karena masih emosi, Sastrawan justru melempar kursi ke arah Komang Agus, walaupun tidak mengenainya.
Pria 43 tahun itu bahkan mengambil botol bir dan mengancam akan membunuh Komang Agus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Komang-Agus-saat-diamankan-anggota-Polsek-Seririt-pasca-menebas-Kadek.jpg)