Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penganiayaan di Buleleng

NYEPI Mencekam di Buleleng, Harusnya Hening Malah Terjadi Aksi Penebasan Dipicu Minum Miras Bersama

Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. 

Tribun Bali/ISTIMEWA
Samurai - Polisi tunjukkan barang bukti berupa sebilah pedang samurai, yang digunakan Komang Agus menebas punggung Kadek Sastrawan. 

TRIBUN-BALI.COM - Nyepi seharusnya menjadi ajang mulat sarira, puasa dan merenung untuk menghadapi tahun baru Saka agar menjadi lebih baik lagi. Maka dari itu ada larangan, seperti tidak menghidupkan api, tidak bekerja, tidak bersenang-senang dan tidak bepergian. 

Namun insiden terjadi di Buleleng, karena nekat saat Nyepi menengak minuman keras (miras). Alhasil Nyepi yang harusnya sunyi, mendadak berubah jadi mencekam di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng pada Kamis (19/3/2026).

Menyusul seorang pria dinaikkan ke mobil bak terbuka, akibat mengalami tebasan di bagian punggung bawah. Informasinya, peristiwa mencekam ini berawal dari pesta minuman keras oleh sekelompok warga sekitar pukul 15.00 WITA, hingga kemudian berujung pertengkaran dan penganiayaan.

Baca juga: NGAMUK Berakhir Damai, Keluarga Pasien Minta Maaf Usai Viral Marah-marah ke Nakes di Karangasem!

Baca juga: NYAWA Wanita Muda Tak Selamat, Usai Vario Oleng & Hantam Pohon di Sesetan, Begini Kronologinya!

DIAMANKAN - Komang Agus saat diamankan anggota Polsek Seririt pasca menebas Kadek Sastrawan, Kamis (19/3/2026).
DIAMANKAN - Komang Agus saat diamankan anggota Polsek Seririt pasca menebas Kadek Sastrawan, Kamis (19/3/2026). (Istimewa)

Korban diketahui bernama Kadek Sastrawan, sedangkan terduga pelaku bernama Komang Agus Sudiartawan. Keduanya merupakan warga di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar.

Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. 

Berdasarkan kronologis kejadian, insiden bermula saat Sastrawan menghubungi Komang Agus melalui pesan WhatsApp untuk mengajak minum minuman keras. Ajakan tersebut disambut Komang Agus dengan mendatangi rumah Sastrawan.

"Sekitar pukul 09.30 Wita, terlapor datang ke rumah korban dan minum bersama dua saksi, yakni Putu Kawit (60) dan Komang Supanca (50), serta sejumlah rekan lainnya," ujarnya seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Jumat (20/3/2026). 

Dalam suasana berkumpul itu, Sastrawan disebut sempat menyinggung Komang Agus hingga membuat suasana memanas. Orang-orang yang berada di lokasi berusaha menenangkan keadaan dan meminta agar persoalan tidak diperpanjang. 

Ketegangan berlanjut ketika Komang Agus mendatangi Sastrawan, untuk menanyakan maksud ucapan yang dianggap menyinggung dirinya. Cekcok pun tak terhindarkan. Warga sekitar berupaya melerai dan meminta Komang Agus agar pulang. 

Namun karena masih emosi, Sastrawan justru melempar kursi ke arah Komang Agus, walaupun tidak mengenainya. Pria 43 tahun itu bahkan mengambil botol bir dan mengancam akan membunuh Komang Agus.

"Terlapor kemudian berlari pulang ke rumahnya. Tidak lama berselang, ia kembali dengan membawa pedang samurai dan langsung menebas korban satu kali hingga mengenai bagian punggung," ungkapnya.

Salah satu warga bernama Putu Sugiana segera melerai aksi pemuda 28 tahun itu. Sementara warga lainnya berupaya membantu Sastrawan ke RSUD Kabupaten Buleleng untuk mendapatkan perawatan medis. "Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek terbuka pada bagian punggung," ucapnya. 

Pihak kepolisian yang mendapat laporan penganiayaan segera mendatangi lokasi kejadian. Komang Agus beserta barang bukti berupa sebilah pedang samurai juga telah diamankan oleh Polsek Seririt. "Kasus ini sedang ditangani lebih lanjut oleh Polsek Seririt," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved