Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penganiayaan di Buleleng

SALING LAPOR! Buntut Panjang Perkelahian di Tigawasa, Martawan dan Punayasa dengan Versinya

Insiden pemukulan akibat geber sepeda motor di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng berbuntut panjang.

Tribun Bali/Dwi S
ILUSTRASI - Insiden pemukulan akibat geber sepeda motor di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng berbuntut panjang. Sebab kini pihak terlapor yakni Made Punayasa, justru melaporkan balik Made Martawan. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Insiden pemukulan akibat geber sepeda motor di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Buleleng berbuntut panjang. Sebab kini pihak terlapor yakni Made Punayasa, justru melaporkan balik Made Martawan.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz membenarkan adanya dua laporan polisi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, bahwa masing-masing pihak melaporkan kejadian berdasarkan versi dan kronologi yang mereka alami.

"Benar, telah diterima dua laporan yang berkaitan dengan kejadian di Desa Tigawasa pada Jumat, 9 Januari 2026. Saat ini seluruh laporan masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya," ucapnya, Senin (12/1/2026). 

Laporan pertama disampaikan Sabtu, 10 Januari 2026, terkait dugaan tindak pidana penganiayaan oleh Made Martawan ke Polres Buleleng.

Versi Martawan, saat itu ia bersama rekannya hendak pulang usai minum tuak di wilayah Tempekan Munduk Ngandang. Dalam perjalanan, motor yang mereka tumpangi terjatuh akibat jalan licin karena hujan.

 

Baca juga: JENAZAH Warga Banyuwangi, Keluarga Jemput Korban ke RSU Negara, Penemuan Mayat Mr.X Terungkap!

Baca juga: PASCA Meru Tumpang 9 Pura Pedharman Arya Gajah Para Terbakar Kena Petir, Pangempon Gelar Guru Piduka

 

Ketika hendak mengangkat sepeda motor, ia sempat menarik gas hingga menimbulkan suara keras. Akibatnya ia didatangi Made Punayasa bersama beberapa rekannya. 

Cekcok tak dapat dihindarkan, hingga berujung pada dugaan pemukulan secara berulang ke arah wajah hingga Martawan terjatuh.

Akibat kejadian itu, pria 29 tahun ini mengalami luka pada bagian bibir atas dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Buleleng.

Sementara laporan kedua disampaikan Made Punayasa ke Polsek Banjar. Laporan itu dibuat pada hari yang sama, yakni pada Sabtu (10/1/2026). Versi Punayasa, adalah dugaan tindak pidana pengeroyokan. 

Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa sekitar pukul 20.00 WITA, terdapat empat orang yang menggeber-geber sepeda motor di depan rumahnya, sehingga mengganggu ketenangan. Punayasa kemudian keluar rumah dan menegur kelompok tersebut. 

"Namun setelah ditegur, para terlapor justru berhenti di depan rumah korban dan diduga melakukan penarikan baju, mendorong, serta melakukan pemukulan secara bergantian," jelas IPTU Yohana.

Akibat dugaan pengeroyokan tersebut, Punayasa mengalami sejumlah luka, di antaranya luka pada dahi kanan, bengkak di dahi kiri, luka cakaran di perut sebelah kiri, serta nyeri pada leher dan kepala bagian belakang.

Korban juga mengaku sempat terjatuh dan tidak mengingat secara jelas kejadian setelahnya hingga warga datang malerai.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved