Berita Buleleng
BABAK BARU Cekcok Berujung Penusukan di Buleleng, Hanya Gara-gara Selang Kompor Gas
BABAK BARU Cekcok Berujung Penusukan di Buleleng, Hanya Gara-gara Selang Kompor Gas
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Cekcok akibat selang kompor gas berujung penusukan di Desa Celukan Bawang,Kecamatan Gerokgak, Buleleng akhirnya berujung damai.
Permasalahan berujung penusukan tersebut diselesaikan melalui mekanisme restorative justice (RJ).
Kasus penusukan ini melibatkan Abdul Hadi dengan Radian Madi Wijaya. Yang mana keduanya memiliki hubungan keluarga.
Peristiwa penusukan di wilayah Buleleng itu terjadi pada Minggu (29/3/2026) dan dilaporkan pada Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Kecelakaan di Badung Bali, Truk Molen Hantam Mobil Terios dan Motor, Diduga Rem Blong
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, membenarkan jika kedua belah pihak telah sepakat berdamai. Permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui restorative justice.
"Kedua belah pihak sepakat damai dan telah membuat surat pernyataan yang juga diketahui oleh Perbekel setempat," ucapnya seizin Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, Minggu (5/4/2026).
Sebelumnya, insiden penusukan dipicu persoalan sepele terkait selang kompor gas yang hilang. Kesalahpahaman tersebut memicu cekcok hingga berujung aksi kekerasan menggunakan senjata tajam.
Baca juga: Ketum PSSI Dukung Penuh Herdman di Timnas Indonesia, Skuad Garuda Dinanti Jadwal Padat
Korban, yakni Hadi sempat mengalami luka sayatan pada bagian perut akibat serangan tersebut, sebelum akhirnya dilerai oleh warga sekitar dan mendapatkan perawatan medis.
Proses perdamaian difasilitasi oleh jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang dengan menghadirkan kedua pihak untuk bermediasi. Perdamaian dikawal langsung oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, AKP I Gede Sudiana.
Kesepakatan damai juga dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian yang diketahui oleh Perbekel Celukan Bawang, Muhajir. "Kesepakatan damai ini merupakan hasil mediasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Saat ini tinggal melengkapi administrasi sebagai bagian dari proses akhir," terang IPTU Yohana.
Pendekatan restorative justice dinilai tepat dalam kasus ini mengingat hubungan kekeluargaan yang erat antara kedua pihak. Selain menyelesaikan konflik, langkah ini juga bertujuan memulihkan hubungan serta menjaga keharmonisan di lingkungan masyarakat.
Meski demikian, polisi tetap mengingatkan masyarakat untuk menghindari penyelesaian masalah dengan kekerasan. "Kami mengimbau masyarakat agar setiap permasalahan diselesaikan secara bijak dan tidak menggunakan kekerasan, apalagi yang dapat membahayakan keselamatan," tandasnya. (mer)
| 465 Atlet Ikuti Talent Scouting KONI Buleleng Bali, Supriatna: Yang Potensial Dapat Pendampingan |
|
|---|
| Buleleng Terapkan Digitalisasi untuk Salurkan Bansos, Masyarakat Bisa Cek Kelayakan secara Mandiri |
|
|---|
| Mawar Dicambuk dengan Kabel di Depan Anak Panti, Fakta Kasus Dugaan Kekerasan Fisik |
|
|---|
| Dituduh Lakukan Kekerasan Terhadap Anak di Buleleng, Pihak Panti Ungkap Sejumlah Kejanggalan |
|
|---|
| Ni Luh Djelantik Kutuk Pelaku Pelecehan di Panti Buleleng, Minta Audit Lembaga dan Pengawasan Ketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kasus-tersebut-dipicu-cekcok-selang-kompor-gas-yang-hilang-hingga-berujung-penusukan.jpg)