Berita Buleleng
Ramai Isu Dugaan Pungli, Atlet Angkat Berat Buleleng Gagal Tampil di Kejuaraan Dunia
Ramai Isu Dugaan Pungli, Atlet Angkat Berat Buleleng Gagal Tampil di Kejuaraan Dunia
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Isu dugaan pungutan liar (pungli) mencuat dan ramai diperbincangkan di media sosial, menyusul kabar batalnya atlet angkat berat asal Buleleng, I Gede Wahyu Surya Wiguna, tampil dalam kejuaraan dunia di Druskininkai, Lithuania.
Sorotan publik bermula dari unggahan pribadi Wahyu yang mengungkapkan kekecewaannya karena gagal berangkat ke ajang internasional tersebut. Dalam unggahannya, ia menyebut belum memperoleh rekomendasi yang menjadi syarat utama, sekaligus menyinggung adanya kewajiban dana jaminan yang nilainya mencapai Rp339 juta.
Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Perselisihan Berujung Korban Tewas dengan Obeng Menancap di Pantai Kuta
Pernyataan itu memicu spekulasi di kalangan warganet, yang kemudian mengaitkannya dengan dugaan praktik pungli dalam proses keberangkatan atlet ke luar negeri.
Sekretaris Umum Pabersi Buleleng, Ketut Widi Sandiada, saat dikonfirmasi Senin (6/4/2026), menjelaskan bahwa Wahyu memang menerima undangan dari International Powerlifting Federation (IPF). Namun, hingga batas akhir pendaftaran, rekomendasi dari PB Pabersi belum juga diterbitkan.
Baca juga: BREAKING NEWS! Jenazah Agus Ditemukan Terdampar di Pantai Saba, Sekitar 2 Km dari Pantai Purnama!
Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak hanya dialami Wahyu, tetapi juga beberapa atlet lain. Hingga kini, pihaknya mengaku belum mendapatkan penjelasan rinci terkait alasan belum keluarnya rekomendasi itu.
Menanggapi isu pungli yang berkembang, Widi membantah adanya praktik tersebut. Ia menjelaskan bahwa dana Rp339 juta yang ramai dibicarakan merupakan dana jaminan untuk kebutuhan tes doping sesuai ketentuan World Anti-Doping Agency (WADA).
Menurutnya, dana itu bersifat titipan dan hanya akan digunakan jika terjadi pelanggaran. Jika tidak, dana tersebut akan dikembalikan sepenuhnya kepada atlet. "Semua sudah sesuai aturan kejuaraan. Tidak ada pungli seperti yang ramai di media sosial," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Buleleng, Putu Nova Putra, menyatakan pihaknya tetap memberikan dukungan penuh kepada Wahyu sebagai atlet berprestasi. Ia menilai, capaian Wahyu di level internasional patut diapresiasi.
Namun demikian, Nova menegaskan bahwa kewenangan penerbitan rekomendasi untuk kejuaraan dunia berada di tingkat pusat, bukan daerah. Pihaknya di daerah hanya dapat membantu dalam hal komunikasi dan fasilitasi. "Kami tentu mendukung atlet untuk bisa berprestasi lebih tinggi. Tapi untuk rekomendasi, itu kewenangan pusat," ujarnya.
Ia juga menambahkan, dukungan KONI Buleleng tidak hanya difokuskan pada satu atlet, melainkan diberikan secara merata kepada seluruh atlet binaan. (mer)
| Punya Riwayat Gangguan Jiwa, WNA Inggris yang Tebas Warga di Buleleng Jadi Tersangka |
|
|---|
| ANTREAN Haji Capai 28 Tahun, Hampir 2.000 Calon Jamaah Haji Masih Menunggu |
|
|---|
| PENGIRIMAN April Melonjak 9.870 Ekor, Permintaan Naik, Harga Sapi Peternak di Buleleng Tetap Murah |
|
|---|
| Tebas Front Office Resort di Buleleng, Bule Inggris Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara |
|
|---|
| Pemkab Buleleng Siapkan 12 Paket Pelatihan untuk Dorong Kemandirian Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sekretaris-Umum-Pabersi-Buleleng-Ketut-Widi-Sandiada.jpg)