Berita Buleleng
Warga Pegayaman Protes Ganti Untung Shortcut Singaraja-Mengwitani, Nilai Tanah Dinilai Tak Adil
Ganti untung atas lahan masyarakat yang dilintasi proyek shortcut Singaraja-Mengwitani titik 9-10, menuai kekecewaan dari masyarakat Desa Pegayaman
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
"Warga kaget. Di satu sisi masih ada persoalan yang belum selesai, tapi di sisi lain sudah ada peletakan batu pertama," imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan warga Pegayaman, M. Alvi Azhari, menambahkan bahwa sempat muncul opsi penggantian selisih nilai lahan melalui bantuan ternak pada akhir 2025. Namun, rencana tersebut tidak berlanjut.
"Waktu itu sempat difasilitasi, ada wacana diganti dengan ternak lewat dana hibah. Tapi tidak ada kejelasan jumlahnya, dan sekarang opsi itu sudah tidak bisa lagi," jelasnya.
Saat ini, masyarakat berharap DPRD Buleleng dapat menjembatani pertemuan dengan pemerintah provinsi dan tim appraisal, guna membahas ulang nilai ganti untung.
Dengan demikian terdapat kesamaan nilai, serta sesuai dengan kondisi riil di lapangan yakni Rp40 juta per are. (*)
Berita lainnya di Pembangunan Shortcut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Masyarakat-Desa-Pegayaman-saat-mesadu-ke-kantor-DPRD-Buleleng63.jpg)