Berita Denpasar
Untuk Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Denpasar Siapkan 700 Ton Sampah per Hari
Untuk Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Denpasar Siapkan 700 Ton Sampah per Hari
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan atau Waste-to-Energy (WtE) pada 10 Oktober 2025.
Salah satu lokasi proyek WtE atau Program Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) adalah di Denpasar.
Terkait telah keluarnya Perpres tersebut, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan.
Baca juga: Tak Punya Uang untuk Judi Online, Nyoman Surya Nekat Curi Motor di Mengwi Badung
Denpasar bersama Badung pun telah melakukan penandatanganan MoU dengan Gubernur Bali.
Selain itu, juga telah membuat surat pernyataan kesiapan untuk menyediakan sampah minimal 1.000 ton per hari dan berbagi dengan Badung.
"Yang ketiga juga kami siap akan membawa sampah ke pihak pengelola," paparnya, Senin, 20 Oktober 2025.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 5 Halaman 108 109, Kurikulum Merdeka: Mana Fakta dan Opini?
Terkait dengan lahan, Jaya Negara mengaku sudah menyiapkan lahan seluas 6 hektar.
Lahan yang akan digunakan yakni milik Pelindo dan sudah dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan Pelindo.
"Sekarang kami butuh koordinasi sosialisasi dengan masyarakat, dan ini sedang kami jalankan, kami sosialisasi ke lapangan," paparnya.
Terkait kesiapan sampah, Jaya Negara mengatakan jika Denpasar akan menyiapkan 700 ton sampah per hari dan sisanya disiapkan Kabupaten Badung.
"Sebenarnya untuk sampah kami maksimalkan agar bisa habis. Di Denpasar kan sampaunya 1040 ton per hari. Dengan Badung, kami siapkan 700 ton. Kenapa 700 ton, karena kami hormati banks sampah yang sudah bisa memilah, jadi itu kami jaga-jaga," paparnya.
Untuk sampah tersebut harus memiliki kandungan plastik yang nantinya akan dijadikan energi.
Menurut Jaya Negara, dengan PSEL ini, kemungkinan tidak akan ada pemilahan lagi.
"Termasuk organik juga. Kalau organik tidak dipakai, kan kandungan organik 60 persen, bagaimana nyari 1.000 ton per harinya. Organik bisa, karena jadi pembakar," imbuhnya.
Selain itu, sampah yang dibutuhkan juga tidak harus kering.
Apalagi mesin yang digunakan sudah canggih dengan suhu mencapai lebih dari 1000 derajat. (*)
| 278 Ha Lahan Sawah Hilang, Alih Fungsi Lahan Kian Massif dalam Lima Tahun Terakhir |
|
|---|
| EKS Taman Festival Padanggalak Mulai Dibongkar! Penataan Dibagi Dalam Tiga Zona |
|
|---|
| Ekonomi Sirkular Jadi Kunci, Denpasar Dorong Pengelolaan Sampah Sektor Pariwisata |
|
|---|
| 278 Hektare Lahan Sawah di Denpasar Hilang dalam Lima Tahun |
|
|---|
| Tak Terima Divonis 2,5 Tahun, Pihak Togar Situmorang Sebut Hakim Abaikan Bukti dan Siap Banding |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/TPST-Kesiman-Kertalangu-Bali-Akan-Dijadikan-Pusat-Daur-Ulang.jpg)