Pentingnya Literasi Massal Sikapi Anggapan Aset Kripto Rumit dan Penuh Risiko Melalui Mini Akademi
Bali, yang sering menjadi tuan rumah festival kripto besar seperti Coinfest Asia, menunjukkan minat adopsi yang pesat
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tengah isu terkini pasar kripto global yang diprediksi bergerak dalam fase konsolidasi dan tingginya volatilitas hingga akhir tahun 2025, pentingnya literasi aset digital di Indonesia semakin mengemuka.
Bali, yang sering menjadi tuan rumah festival kripto besar seperti Coinfest Asia, menunjukkan minat adopsi yang pesat, namun banyak masyarakatnya masih menganggap aset kripto sebagai investasi yang rumit dan penuh risiko.
Kesenjangan inilah yang diupayakan untuk diatasi melalui inisiatif edukasi, salah satunya melalui program Mini Akademi Crypto, yang bertujuan menjembatani rasa penasaran menjadi pemahaman yang kokoh.
Baca juga: BUNTUT Mr Terimakasih Ngaku Diculik dan Disetrum di Bali, Kripto Rp73 Juta Raib, Polda Buka Suara
Program tersebut memberikan pembelajaran dasar tentang aset kripto dengan bahasa yang mudah dipahami, panduan langsung, dan ruang untuk bertumbuh dalam komunitas belajar yang suportif.
Co-founder Akademi Crypto, Timothy Ronald, menekankan bahwa program ini adalah pintu gerbang bagi pemula.
Di tengah sentimen makro ekonomi yang menekan, investor dihimbau untuk mengedepankan manajemen risiko dan menghindari keputusan emosional.
Indonesia sendiri terus menunjukkan sinyal positif dengan minat masyarakat yang kian tumbuh, menandakan ekosistem kripto yang semakin matang.
Namun, potensi pergerakan sideways dalam jangka panjang tetap perlu diantisipasi.
Isu terkini yang relevan adalah dorongan kuat dari berbagai pihak untuk mempercepat literasi aset digital dan blockchain di seluruh lapisan masyarakat, melihat teknologi ini sebagai pembuka peluang finansial baru.
Inilah mengapa upaya edukasi masif menjadi krusial, terutama bagi pemula.
"Dengan jutaan pengguna FLOQ di seluruh Indonesia, Mini Akademi Crypto diharapkan mampu menjadi pintu gerbang bagi siapa saja yang ingin belajar dari nol terkait aset kripto dan Bitcoin," ujarnya kepada awak media di Denpasar, pada Selasa 25 November 2025.
Baca juga: Rekor Baru, Bitcoin Tembus Angka 44 Ribu Dolar AS, Saham Kripto Melonjak
Di sisi lain, Founder FLOQ, Yudhono Rawis melihat inisiatif ini sebagai kontribusi nyata untuk memajukan adopsi di Indonesia.
Bali, dengan predikatnya sebagai "Pulau Bitcoin" pada masa lalu dan kini menjadi tuan rumah berbagai inisiatif teknologi dan konferensi blockchain, berada di garis depan adopsi ekonomi digital.
Pusat-pusat seperti Bali Blockchain Center dan acara-acara internasional seperti Bitcoin Indonesia Conference menunjukkan kesiapan pulau ini dalam menyambut era Web3.
Namun, pertumbuhan ekonomi digital yang pesat ini tidak serta merta diiringi dengan kemudahan akses pada literasi digital yang merata.
"Kami percaya setiap orang berhak memahami cara kerja ekonomi digital dan mengambil bagian di dalamnya," kata Yudhono Rawis.
Ia menambahkan bahwa Mini Akademi Crypto adalah bentuk kontribusi positif Floq untuk memajukan adopsi kripto dan blockchain di Indonesia dengan cara memberikan edukasi dan literasi massal yang tersedia secara gratis dan dapat diakses dengan mudah untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Adopsi kripto yang lebih luas juga didukung dengan langkah-langkah praktis.
Baca juga: Bali Jadi Tuan Rumah Coinfest Asia 2025, Fasset x OWN Perkenalkan Zakat Kripto
Selain edukasi kripto, platform tersebut turut menyediakan Zero Fee Trading, sebuah upaya yang dilakukan agar proses belajar langsung menjadi lebih aman dan terjangkau bagi pemula.
Senior Vice President FLOQ, Paul Versley menegaskan bahwa tugas mereka melampaui sekadar penyediaan aplikasi akan tetapi membangun literasi.
Inisiatif ini sejalan dengan harapan untuk mendorong masa depan ekonomi digital yang lebih inklusif, bukan sekadar menjadi aplikasi jual beli aset kripto yang telah berizin dan diawasi OJK, serta bersertifikasi ISO 27001 untuk keamanan data sesuai standar internasional.
"Tugas kami bukan hanya membangun platform jual beli kripto. Kami ingin membangun kepercayaan, literasi, dan program yang bermanfaat agar jutaan orang bisa memulai perjalanan kripto dengan percaya diri," tutup Paul Versley. (ian)
| JANSEN Tak Setuju, Regulasi U-23 Dihapus Musim Depan? Tekankan ke PSSI Pentingnya Ruang Pemain Muda |
|
|---|
| MISTERI Mayat Karang Pantai Gau Ungasan Terkuak! Padahal GFS Baru Saja Merantau dan Kerja di Bali |
|
|---|
| KASUS HIV Bertambah 2.039 Orang, Dinkes Catat 31 Persen Pasien dari Luar Bali |
|
|---|
| KENCANGKAN Ikat Pinggang, Tantangan Ekonomi Bali Sangat Berat, Sekda: Dampak Konflik di Timur Tengah |
|
|---|
| PERIKSA Tempat Hiburan Malam, Cek VCT & Screening TBC Rutin, 18 Kasus ODHA Ditemukan di Gilimanuk! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/BERPOSE-Founder-FLOQ-Yudhono-Rawis-saat-dijumpai-dalam-acara-Mini-Akademi-Crypto.jpg)