Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Disdikpora Usulkan Formasi ASN, 72 Guru di Denpasar Akan Pensiun di Tahun 2026

Hal ini pun akan menjadi tantangan bagi dunia pendidikan Denpasar yang saat ini juga mengalami kekurangan guru.

Tayang:
Tribun Bali/Putu Supartika
BERI KETERANGAN - Kepala Disdikpora Denpasar, AA Gde Wiratama. 

TRIBUN-BALI.COM - Sepanjang tahun 2026, puluhan guru yang berstatus PNS akan memasuki masa pensiun. Dari data Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, setidaknya ada 72 guru yang akan pensiun.

Hal ini pun akan menjadi tantangan bagi dunia pendidikan Denpasar yang saat ini juga mengalami kekurangan guru. Saat ini, tercatat Denpasar masih kekurangan 300-an guru dari jenjang TK hingga SMP.

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA Gde Wiratama menjelaskan, data guru pensiun tersebut sesuai dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dari 72 guru yang pensiun di tahun 2026 ini, terdiri atas 3 guru TK, 45 guru SD, dan 24 SMP.

"Jumlah guru yang pensiun ini merupakan dinamika yang rutin terjadi setiap tahun. Karena itu, kami telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kekurangan tenaga pendidik," kata Wiratama, Senin, (9/2).

Baca juga: SOROTI Megaproyek Bali Urban Subway, Komisi III Segera Bahas Kelanjutan Proyek Kereta di Bali Ini 

Baca juga: GUGATAN Praperadilan Kakanwil BPN Bali Kandas! Penetapan Made Daging Sebagai Tersangka Sah

Salah satu upaya yang dilakukan yakni memaksimalkan peran komite sekolah untuk membantu pemenuhan kebutuhan guru secara sementara. Langkah ini dilakukan agar kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan baik sambil menunggu kebijakan jangka panjang dari pemerintah.

Menurutnya, dukungan komite sekolah menjadi solusi sementara untuk menjaga keberlangsungan proses pendidikan, utamanya pada sekolah yang mengalami kekurangan guru.

Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan penambahan formasi guru ASN. Usulan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, termasuk distribusi guru berdasarkan jenjang pendidikan serta jumlah peserta didik di masing-masing sekolah.

Wiratama menegaskan, pihaknya terus melakukan perencanaan kebutuhan tenaga pendidik secara berkelanjutan dengan mengacu pada data terbaru. 

Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas layanan pendidikan tetap terjaga meskipun terjadi perubahan jumlah tenaga pengajar setiap tahun.

Sementara untuk saat ini menurut Wiratama, Denpasar kekurangan guru sebanyak 317 orang pada jenjang TK hingga SMP. Dengan kondisi tersebut, saat ini sekolah mengangkat guru sendiri untuk memenuhi kekurangannya.

Untuk pembiayaan, sekolah menggunakan anggaran dari uang komite. "Kita masih disuport oleh uang komite, mudah-mudahan segera kita mendapatkan guru," katanya. 

Denpasar sebelumnya pada tahun anggaran 2024 telah melakukan seleksi PPPK untuk guru. Namun dikarenakan setiap tahun ada guru yang pensiun, sampai saat ini masih tetap kekurangan guru. (sup)

Minimimal Ada 25 SMP Negeri

Di lain sisi, Kota Denpasar saat ini memiliki sebanyak 17 SMP Negeri yang tersebar di empat kecamatan. Namun jumlah tersebut dinilai masih belum bisa mengakomodir jumlah siswa jika dilihat dari populasi penduduk di Denpasar.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar, I Ketut Sudana menyebut, idealnya minimal ada 25 SMP Negeri untuk bisa menampung siswa. "Ini baru minimal ya, idealnya seperti itu dilihat dari populasi penduduknya. Tapi sekarang baru ada 17 SMP Negeri," kata politisi Partai Gerindra ini.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved