BPJS Kesehatan
Flashdisk CCTV Jadi Petunjuk Kunci Identifikasi Pelaku Perusakan Kantor BPJS Kesehatan Denpasar
Kepolisian Daerah (Polda) Bali tengah melakukan perburuan intensif terhadap pelaku aksi teror dan perusakan yang menyasar Kantor BPJS Kesehatan.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kepolisian Daerah (Polda) Bali tengah melakukan perburuan intensif terhadap pelaku aksi teror dan perusakan yang menyasar Kantor BPJS Kesehatan.
Pihak kepolisian kini telah mengamankan sejumlah barang bukti krusial, termasuk rekaman CCTV yang disimpan dalam sebuah flashdisk (USB) untuk mengidentifikasi para pelaku.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menyampaikan bahwa laporan resmi terkait insiden tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Baca juga: Terkait Penyerangan Kantor BPJS dan Spanduk Walikota Pembohong, Ini Tanggapan Pemkot Denpasar
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim identifikasi dan penyidik langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Ya, kita sudah tangani. Laporannya masuk kemarin tanggal 21 hari Sabtu. Dari kejadian itu, kita langsung turun ke TKP dan memeriksa beberapa saksi," kata Kombes Pol Sandy kepa Tribun Bali, pada Senin 23 Februari 2026.
"Saat ini kasusnya sedang dalam proses lidik oleh Ditkrimum Polda Bali untuk mencari pelaku dan memastikan kebenaran tindak pidana yang terjadi," sambungnya.
Baca juga: Buntut Teror, BPJS Denpasar Resmi Lapor ke Polda Bali, Kabid Humas: Ditindaklanjuti Ditreskrimum
Dalam proses olah TKP, petugas menemukan berbagai barang bukti yang diduga kuat digunakan oleh pelaku saat melancarkan aksinya.
Salah satu kunci penyelidikan adalah jejak digital yang terekam oleh kamera pengawas di sekitar lokasi.
"Barang bukti yang diamankan ada kaca pecah dan satu buah digital flashdisk USB berisi rekaman CCTV. Kami juga menyita kertas hasil cetak cuplikan layar (screen capture), fotokopi surat berharga, serta beberapa spanduk yang ditemukan di TKP," jelasnya.
Baca juga: PASIEN Denpasar Berharap BPJS PBI Tetap Aktif Untuk Cuci Darah di RSUD Wangaya, Simak Penjelasan
Selain bukti dokumen dan digital, polisi juga mengamankan alat yang diduga digunakan pelaku untuk merusak fasilitas kantor.
"Ada beberapa buah batu kali yang kami temukan, yang diduga kuat digunakan sebagai bahan untuk melakukan pelemparan ke arah kantor," bebernya.
Hingga saat ini, penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali masih bekerja ekstra untuk merangkai kronologi dan motif di balik aksi pengerusakan ini.
Baca juga: Gus Yoga Tanggapi Pelaporan Wali Kota Denpasar Bali Hingga Pelemparan Kantor BPJS: Mari Kita Guyub
Pemeriksaan saksi-saksi yang berada di lapangan saat kejadian terus dilakukan untuk memperkuat bukti-bukti yang ada.
Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara tuntas dan menangkap oknum yang bertanggung jawab atas gangguan keamanan di fasilitas publik tersebut.
"Masih kita dalami dari alat bukti dan barang bukti yang diamankan, serta hasil pemeriksaan saksi-saksi di lapangan. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mendalami kasus ini dan segera mengungkap pelaku-pelaku pengerusakan tersebut," pungkasnya. (*)
Berita lainnya di BPJS Kesehatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kabid-Humas-Polda-Bali-Kombes-Pol-Ariasandy-5896.jpg)