Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bencana Alam di Bali

3 SMP dan Beberapa SD Terendam Banjir di Denpasar, Siswa Belajar Daring

Banjir tak hanya merendam pemukiman warga di Denpasar, namun juga merendam sekolah pada Selasa, 24 Februari 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Bali/Putu Supartika
TERGENANG - SDN 4 Sanur Denpasar tergenang air hingga sepaha orang dewasa dan memaksa siswa belajar daring, Selasa 24 Februari 2026. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banjir tak hanya merendam pemukiman warga di Denpasar, namun juga merendam sekolah pada Selasa, 24 Februari 2026.

Akibatnya beberapa siswa SD dan SMP harus belajar daring di rumah masing-masing.

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama mengatakan, sebanyak tiga SMP di Denpasar menggelar pembelajaran daring.

"Ada tiga SMP yang daring. SMPN 16, SMPN 6 dan SMPN 13 Denpasar," katanya.

Baca juga: Denpasar Dikepung Bencana: Banjir, Pohon Tumbang, Atap Terbang Hingga Tanah Longsor

Ia mengatakan, halaman sekolah yang terendam membuat pembelajaran terpaksa digelar daring.

Karena pembelajaran di sekolah tak memungkinkan untuk digelar.

Selain itu, ada beberapa SD juga yang terdampak banjir sehingga digelar pembelajaran daring.

Beberapa SD tersebut seperti SDN 4 Sanur, SDN 1 Sanur, SDN 10 Sanur, dan SDN 6 Panjer. 

Baca juga: Jalan Gurita Sesetan Denpasar Dikepung Banjir, Seorang Bayi Dievakuasi

Salah seorang guru di SDN 4 Sanur, Putu Febriasa Suryanata mengatakan 576 siswa dari kelas I hingga kelas VI terdampak.

Sementara beberapa guru hadir di sekolah untuk menyelamatkan dokumen atau buku yang tempatnya agak rendah.

"Air di depan sekolah juga tinggi, jadi sulit masuk ke sekolah, apalagi untuk siswa. Jadi untuk keselamatan, sekolah membuat kebijakan belajar daring," kata guru Agama Hindu ini.

Ia pun mengaku belum tahu sampai kapan air akan menggenangi halaman sekolah dan ruang kelas.

Baca juga: Waspada, Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Bali Hari Ini 24 Februari, SDN 4 Sanur Alami Banjir

Pasalnya hingga pagi hujan masih tetap turun disertai dengan angin yang cukup kencang. 

"Kami juga tidak tahu sampai kapan niki hujannya akan berhenti. Jadi itu langkah terbaik kami untuk anak-anak sembari menunggu airnya surut," paparnya.

Tak hanya merendam ruang kelas, ruang guru juga ikut terendam air.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved