Bencana Alam di Bali
3 SMP dan Beberapa SD Terendam Banjir di Denpasar, Siswa Belajar Daring
Banjir tak hanya merendam pemukiman warga di Denpasar, namun juga merendam sekolah pada Selasa, 24 Februari 2026.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Dirinya menyebut, sebelumnya air belum pernah setinggi ini merendam sekolah.
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 5 Kabupaten dan Kota di Bali, Waspada Banjir Bandang!
"Kejadian seperti ini memang sering, tapi ini yang paling parah sampai sepaha. Biasanya paling tinggi selutut," ujarnya.
Dan siswa dipulangkan lebih awal juga bukan yang pertama saat ini.
Beberapa waktu sebelumnya siswa juga pernah dipulangkan karena banjir.
Total terdapat 23 SD yang terdampak hujan, baik banjir mau pun bocor.
Terdampak Paling Parah
Berdasarkan data Disdikpora Denpasar, SD di wilayah Sesetan, Sanur, dan Dauh Puri menjadi titik terdampak banjir paling parah.
Di Sesetan, SDN 13, SDN 2, dan SDN 18 terpaksa menerapkan sistem daring karena area sekolah terendam.
Langkah serupa juga diambil oleh SDN 1 Sanur, SDN 3 Sanur, SDN 4 Sanur, SDN 10 Sanur, dan SDN 6 Panjer di mana akses menuju lokasi sekolah dilaporkan tidak dapat dilalui akibat genangan air.
Selain kendala banjir, cuaca ekstrem juga memicu kerusakan infrastruktur di sejumlah gedung sekolah.
Tercatat 10 sekolah melaporkan adanya kebocoran atap dan plafon jebol.
Kerusakan bangunan ini cukup merata di beberapa titik, di antaranya SDN 10 Pemecutan dan SDN 9 Pedungan yang melaporkan kondisi plafon jebol.
Sementara itu, wilayah Padangsambian mencatatkan jumlah sekolah terdampak kebocoran terbanyak, meliputi SDN 1, SDN 3, SDN 5, dan SDN 11.
Beberapa sekolah lain yang juga melaporkan kerusakan fasilitas akibat rembesan air dan kebocoran antara lain SDN 7 Sumerta, SDN 9 Kesiman, SDN 2 Dangin Puri, SDN 10 Peguyangan, serta SDN 12 Dauh Puri. (*)
Berita lainnya di Banjir di Denpasar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/SDN-4-Sanur-Denpasar-tergenang-air-hingga-sepaha-orang-dewasa.jpg)