Berita Denpasar
Amor Ing Acintya, Mantan Rektor Undiknas Prof Gede Sri Darma Berpulang, Sosok Visioner
Direktur Pascasrja Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Prof. Ir. Gede Sri Darma S.T., M.M., D.B.A., CFP, IPU., ASEAN Eng. berpulang
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktur Pascasrja Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Prof. Ir. Gede Sri Darma S.T., M.M., D.B.A., CFP, IPU., ASEAN Eng. berpulang pada Minggu, 1 Maret 2026.
Pria yang pernah menjabat Rektor Undiknas ini berpulang saat menjalani perawatan di RSUP Prof. Ngoerah sekitar pukul 04.30 Wita.
Ucapan duka cita pun mengalir dari rekan sejawat dan civitas akademika Undiknas.
Salah satunya dari rekan sejawatnya yang juga akademisi Undiknas, Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana S.E., M.M.
Baca juga: ADU Jangkrik Motor Vs Mobil di Jalur Singaraja-Sudaji, Pelajar 16 Tahun Meninggal Dunia!
Prof Raka Saya mengaku pernah mendampingi almarhum menjadi Wakil Rektor I di tahun 2006 sampai 2009, lalu 2009 sampai 2017 menjadi Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Baginya, almarhum adalah sosok yang cerdas, pintar, dan visioner dan sangat memahami tentang IT.
"Karena IT itu merupakan yang digeluti beliau sehari-hari dan karena dasarnya adalah S1-nya teknik elektro, beliau sangat menyukai hal-hal yang berbau teknologi. Jadi visinya jauh ke depan. Ketika orang-orang belum berpikir tentang digital, beliau sudah berpikir," ungkapnya.
Prof Raka ingat saat almarhum mendeklarasikan Undiknas menjadi 'Move to Global and Digital' di tahun 2008, di saat belum banyak orang berpikir ke arah tersebut.
Baca juga: BELUM Tertandingi Figur Pemersatu Bangsa, Megawati Soekarnoputri, Ini Kata Pengamat Politik Undiknas
Almarhum juga mencetuskan penggabungan fakultas menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Undiknas.
Almarhum juga sangat mengapresiasi mereka yang tamat dari luar negeri.
Bahkan saat ada dosen yang akan melanjutkan studi S3, pada masa kepemimpinannya, selalu didorong untuk kuliah di luar negeri sehingga bisa bersaing di kancah internasional.
"Jadi intinya, beliau itu sudah berpikir jauh ke depan. Termasuk juga saya ingat sekali bagaimana beliau memperkenalkan AI sebelum belum banyak orang yang tahu."
Baca juga: GENERASI Muda Beri Dukungan Gubernur Koster, BEM Undiknas: Terobosan Cepat Tekan Sampah Plastik
"Beliau sudah memahami dan menyampaikan bahwa di suatu saat kita akan dikendalikan oleh AI dan ternyata benar juga dalam tiga tahun terakhir ini kan AI merajalela," imbuhnya.
Terkait riwayat sakit almarhum, Prof Raka menyebut jika beliau sakit sudah cukup lama.
"Ketika di tahun 2015 apa 2016 itu awalnya adalah saraf. Beliau sering pusing dulu, itu awal mulanya. Lalu berobatlah di Denpasar, tidak bisa, lalu ke Singapura."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Prof-Ir-Gede-Sri-Darma-ST-MM-DBA-CFP-IPU-ASEAN-Eng.jpg)