Berita Denpasar
89 Peserta Lomba Ogoh-ogoh Mini, Sketsa hingga Tapel di Kasanga Fest 2026, Karya Harus Baru
89 Peserta Ikut Lomba Ogoh-ogoh Mini, Sketsa hingga Tapel di Kasanga Fest 2026, Karya Harus Baru
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tak hanya pawai dan pameran ogoh-ogoh besar, Kasanga Festival (Kasanga Fest) 2026 juga diisi dengan lomba ogoh-ogoh mini, sketsa ogoh-ogoh hingga tapel ogoh-ogoh.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu 7 Maret 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar.
Sebanyak 89 peserta terlibat dalam ketiga jenis lomba ini.
Ketua Tim Juri Lomba Tapel Ogoh-ogoh I Made Gede Kariyasa mengatakan, ada 3 aspek yang dinilai dari karya yang tersebut.
Baca juga: BNN RI Bongkar Laboratorium Mephedrone Terbesar di Indonesia, Dikendalikan 2 WN Rusia
Pertama konsep, kedua dari sisi bagaimana proses pembuatannya dan ketiga adalah kreativitasnya.
"Untuk tapel ogoh-ogoh sendiri, penilaian secara umum merujuk ke kepala ogoh-ogoh yang bersifat tiga dimensi. Bukan hanya tapel yang bersifat dua dimensi," paparnya.
Sementara itu, Person in Charge (PIC) lomba ogoh-ogoh mini, sketsa dan tapel ogoh-ogoh, Ketut Swastika mengatakan, total jumlah peserta dalam kegiatan ini 89 karya.
Baca juga: Mendiang Ida Bhagawan Blebar Gianyar Bali Terima Santunan Kematian Dari Pemkab Gianyar
Terdiri dari 13 karya ogoh-ogoh mini mesin, 25 karya ogoh-ogoh mini non mesin, sketsa ogoh-ogoh 23 karya dan tapel ogoh-ogoh sebanyak 28 karya.
Ia menyebut, karya yang dilombakan merupakan karya baru yang belum pernah dilombakan sebelumnya.
"Untuk juri didatangkan dari berbagai bidang. Mulai dari praktisi atau juri di bidang seni rupa, bidang sastra maupun bidang sketsa yang paham terhadap garis dan arsiran," paparnya.
Salah Serorang peserta dari ST Werdhi Yowana, Banjar Tampak Gangsul, Ida Bagus Putra Widiantara mengatakan, karya ogoh-ogoh mini garapannya memgambil tema "Leak" (Linggih Antuk Aksara) yang diangkat dari lampahan sulinggih asal Sanur yakni Ida Pedanda Made Sidemen yang berjudul "Sanghyang Sangsara".
Tema tersebut diambil menggambarkan bagaimana keadaan di bumi atau alam yang saat ini mencerminkan gemuruh dan angin yang terjadi belakangan ini.
"Visual yang kami ambil sesuai penokohan. Dalam aturan lomba diperbolehkan seorang tokoh di Denpasar. Ini kisah nyata, beliau (Ida Pedanda Made Sidemen) meninggal 1984," ungkapnya.
Dia mengaku dalam pembuatan ogoh-ogoh mini ini lebih sulit daripada ogoh-ogoh besar.
Terutama pada detail pengerjaan mimik wajah, anatomi tubuh dan bagaimana mempakemkan hiasan tokoh yang diangkat.
| Pemkot Denpasar Lakukan Bedah Rumah 19 Unit, Serah Terima Ditarget Agustus 2026 |
|
|---|
| Denpasar Bali Berikan Banpol Rp1,7 Miliar untuk 7 Parpol di Tahun 2026, Per Suara Rp 5.000 |
|
|---|
| Jaga Nadi UMKM di Tengah Arus Investasi Intaran Sanur Bali, Tata Ruang Wisata Tanpa Menggusur Rakyat |
|
|---|
| Kejahatan Merajalela, Kapolresta Denpasar Bali Pimpin Patroli Skala Besar Dua Malam Berturut-turut |
|
|---|
| Sempat Bikin Geger Warga, Sosok Pocong Begal di Monang Maning Denpasar Bali Ternyata Fiktif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/89-Peserta-Ikut-Lomba-Ogoh-ogoh-Mini-Sketsa-hingga-Tapel-di-Kasanga-Fest-Bali-Karya-Harus-Baru.jpg)