Hari Raya Galungan dan Kuningan
Populasi Babi di Denpasar Capai 1.690, Stok Galungan Melimpah
Galungan kali ini dipastikan di Kota Denpasar tak kekurangan stok babi. Pasalnya jumlah populasi yang ada telah jauh melampaui kebutuhan.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Untuk hari biasa, jumlah pemotongan berkisar 150 hingga 200 ekor per hari.
Namun memasuki H-3 Galungan, jumlah tersebut diperkirakan melonjak sekitar 30 persen.
Ia memaparkan peningkatan pemotongan biasanya mulai terjadi tiga hari sebelum Galungan dan mencapai puncaknya pada H-2 atau sehari sebelum Hari Penyajaan Galungan.
Berdasarkan pengalaman Galungan sebelumnya, terjadi tambahan pemotongan sekitar 140 ekor selama dua hari menjelang hari raya.
"Lonjakan biasanya terjadi pada H-3 sampai H-2 Galungan karena kebutuhan masyarakat meningkat untuk persiapan upacara dan konsumsi keluarga," katanya.
Pada H-1 Galungan, RPH Pesanggaran akan beroperasi lebih panjang.
Pemotongan reguler dilaksanakan mulai pukul 00.00 hingga 06.00 Wita.
Setelah itu dilanjutkan pelayanan pemotongan umum bagi masyarakat, banjar dan sekaa teruna mulai pukul 06.00 Wita hingga selesai.
Sementara dari sisi harga, babi hidup di tingkat peternak saat ini berada pada kisaran Rp 36.000 hingga Rp 38.000 per kilogram.
Meski masih relatif stabil, harga diperkirakan mengalami kenaikan mendekati Hari Raya Galungan seiring meningkatnya permintaan pasar.
"Kalau melihat pola setiap Galungan, harga biasanya naik. Dari posisi sekarang Rp36.000 sampai Rp38.000 per kilogram, menjelang hari raya bisa tetap atau naik sekitar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram," paparnya. (*)
Berita lainnya di Stok Babi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Babi-yang-siap-dipotong-di-RPH-Pesanggaran-Denpasar1.jpg)