Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

JALAN Sudah Rapi di Taro Gianyar Malah Rusak Akibat Hujan, Warga Keluhkan!

Namun hujan yang mengguyur kawasan setempat, menyebabkan susunan koral kembali rusak, bahkan mengganggu lalu lintas, Rabu (22/10). 

Tayang:
ISTIMEWA
RUSAK- Kondisi jalan rusak, penghubung Banjar Belong - Patas di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali, Rabu 22 Oktober 2025. 

TRIBUN-BALI.COM  - Susunan koral untuk pondasi aspal di jalan penghubung Banjar Belong-Patas, Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, telah tersusun rapi.

Masyarakat pun melihatnya dengan penuh suka cita, mengingat sebentar lagi mereka akan memiliki jalan mulus.

Namun hujan yang mengguyur kawasan setempat, menyebabkan susunan koral kembali rusak, bahkan mengganggu lalu lintas, Rabu (22/10). 

"Padahal hujannya tidak terlalu lama, tapi jalan yang dalam perbaikan, malah kembali rusak parah," ujar seorang warga setempat sambil berlalu. 

Baca juga: DUGAAN Ulah Pati, Pria Bertato Warga Tembalang Ditemukan Tewas di Kamarnya di Kota Denpasar Bali

Baca juga: OPERASI Satgas Pangan & Temuannya, Ancam Cabut Izin Usaha Penjual Beras di Atas HET

Adapun kondisinya, koral pemadatan jalan yang sebelumnya sudah disusun rapi kini tergerus air hujan. Material proyek bahkan meluber ke jalan raya, sehingga mengganggu aktivitas warga dan pengendara.

Kondisi ini juga diviralkan masyarakat di media sosial. Salah satunya diunggah Junaidi. Ia menuturkan bahwa kejadian serupa sudah pernah terjadi sebelumnya.

“Ini sudah kejadian kedua kali. Sebelumnya juga seperti ini, dan warga banjar sempat ikut membersihkan material di jalan,” ujarnya.

Diketahui perbaikan jalan ini masuk dalam program peningkatan jalan Banjar Belong–Patas yang dianggarkan APBD Gianyar senilai Rp 5,4 miliar. Proyek ini ditarget rampung dalam waktu 150 hari.

Selain kerusakan pondasi aspal, masyarakat setempat juga menyoroti kondisi perbaikan got. Sebab, tidak semua saluran air (got) dibongkar atau diperbaiki. Di beberapa titik, terutama di depan rumah warga, gorong-gorong dibiarkan sempit tanpa pelebaran.

Akibatnya, ketika hujan turun, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan meluap ke badan jalan. Padahal, curah hujan yang mengguyur wilayah itu hanya berlangsung sekitar 30 menit.

Pengawas proyek, Gede Putra, membenarkan bahwa tidak seluruh got dibongkar karena keterbatasan volume pekerjaan. “Kudyang men pak, terpaksa kene, tiang harus sesuaikan dengan volume. Volume pengerjaan got terbatas hanya 925 meter kubik saja,” ujarnya.

Selain persoalan drainase, warga juga mengeluhkan kualitas pengaspalan di bagian utara jalan yang dinilai tipis dan bergelombang.

I Made Bawa, salah satu warga yang setiap hari melintas untuk antar-jemput siswa, menilai hasil pengaspalan tersebut jauh dari standar. “Aspalnya tipis, cepat bergelombang. Kalau hujan, licin dan berbahaya untuk kendaraan,” keluhnya. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved