Harga Bahan Pokok di Bali
Hujan Berkepanjangan, Harga Sayuran di Gianyar Merangkak Naik
Hujan berkepanjangan yang melanda Bali, sejak tahun 2025 hingga Januari 2026 telah menyebabkan kenaikan harga beberapa komoditas
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Hujan berkepanjangan yang melanda Bali, sejak tahun 2025 hingga Januari 2026 telah menyebabkan kenaikan harga beberapa komoditas, terutama sayuran dan cabai.
Kondisi tersebut diduga akibat kerusakan tanaman akibat terus menerus diguyur hujan.
Petugas pemantau harga komoditas pasar Disperindag Gianyar, Ketut Sastrawati, Jumat 23 Januari 2026 menjelaskan bahwa secara umum harga komoditas kebutuhan sehari-hari masih stabil.
Baca juga: PENUHI Kebutuhan Sayur dan Buah untuk MBG, Kementan Segera Implementasikan Dryland Areas Project
Seperti harga beras medium masih stabil di harga Rp 13.600 per kilogram (Kg) dan beras super di kisaran harga Rp 14 ribu per kg.
"Sirkulasi komoditas barang dagangan masih normal, sehingga harga masih terkendali walau hujan berkepanjangan," jelas Sastrawati.
Namun, untuk komoditas tanaman musiman seperti sayuran dan cabai mengalami kenaikan harga. Seperti, harga cabai merah saat ini sudah merangkak dari harga Rp 37 ribu per kg ke harga Rp 40 ribu per kg.
Baca juga: Panen Cabai Varietas Kaliber di Subak Cuculan Denpasar Bali, Demplot 5 Are Hasilkan Rp 18 Juta
Sedangkan cabai merah keriting naik dari harga Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 22 ribu per kg.
Beberapa jenis sayuran juga mengalami kenaikan harga, seperti sawi hijau dari Rp 5.000 per kg menjadi Rp 7.000 per kg, sawi putih naik dari harga Rp 6.000 per kg menjadi Rp 8.000 per kg, dan buncis segar dari Rp 12 ribu per kg naik menjadi Rp 16 ribu per kg.
Di sisi lain, harga komoditas kebutuhan upacara relatif stabil bahkan cenderung mengalami penurunan.
Baca juga: Panen Cabai Varietas Kaliber di Subak Cuculan Denpasar Bali, Demplot 5 Are Hasilkan Rp 18 Juta
Seperti bunga gumitir yang sebelumnya di harga Rp26 ribu per kg turun menjadi Rp25 ribu kg, janur per ikat sedang dari Rp 27 ribu turun menjadi Rp 25 ribu, dan bunga pacar galuh juga mengalami penurunan dari Rp 20 ribu per kg turun menjadi Rp 18 ribu per kg. (*)
Berita lainnya di Harga Kebutuhan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pedagang-kebutuhan-dapur-di-Pasar-Rakyat-Gianyar-Bali-89.jpg)